GATRABALI.COM, TABANAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, mendorong transformasi posyandu agar lebih inklusif melalui penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pesan itu ia sampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas TP PKK Desa se-Kabupaten Tabanan yang diikuti enam kecamatan, Jumat (29/8/2025) di Soka Indah Restaurant, Antap.
Acara ini melibatkan Ketua TP PKK kecamatan, Forum Perbekel Tabanan, hingga kader desa yang antusias mendukung penguatan peran posyandu.
Rai Wahyuni menegaskan, posyandu hari ini bukan hanya urusan kesehatan balita atau lansia, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, sosial, hingga ketertiban masyarakat.
“Posyandu 6 SPM adalah pintu aspirasi. Keluhan warga bisa langsung ditampung di posyandu, lalu ditindaklanjuti di desa hingga kabupaten. Jadi fungsinya jauh lebih luas dari sekadar pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menekankan, dengan 832 posyandu di Tabanan, seluruh kader diharapkan aktif menjalankan fungsi tambahan ini. Menurutnya, penambahan peran bukanlah beban, melainkan kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Forum Perbekel Kabupaten Tabanan, Nyoman Restan Wisnawa, menilai Bimtek ini sebagai momentum penyamaan persepsi antar desa.
“Enam kecamatan yang hadir di sini menjadi awal sinergi agar SPM bisa segera diterapkan dengan baik,” jelasnya.
Dengan semangat gotong royong, transformasi posyandu di Tabanan melalui 6 SPM diyakini akan mempercepat pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(gb)





