spot_img
spot_img
BerandaBaliWabup Supriatna Pastikan Penanganan Dampak Lingkungan PLTGU Pemaron Berjalan Transparan

Wabup Supriatna Pastikan Penanganan Dampak Lingkungan PLTGU Pemaron Berjalan Transparan

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan kebutuhan energi dan kenyamanan masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pemaron, Rabu, 8 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat sekitar terkait kebisingan, getaran, dan polusi udara yang muncul akibat aktivitas operasional pembangkit listrik tersebut.

Wabup Gede Supriatna menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan setiap aduan masyarakat ditangani secara cepat dan transparan.

“Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi di lapangan. Hampir setahun masyarakat menyampaikan keluhan terkait kebisingan dan getaran. Kami berkoordinasi dengan manajemen PLTGU Pemaron dan PLN Bali Utara untuk mencari solusi terbaik agar warga tetap nyaman,” ujar Supriatna.

Baca Juga  Buleleng UMKM Expo 2025 Dibuka, Wabup Supriatna Soroti Pendampingan Terpadu

Ia menambahkan, Pemkab Buleleng mendorong PT PLN (Persero) untuk melakukan berbagai langkah mitigasi berkelanjutan.

Salah satunya dengan pemantauan kualitas udara, kebisingan, serta getaran secara rutin, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan terbuka kepada publik.

“Kebutuhan energi memang penting, tetapi harus sejalan dengan kualitas hidup masyarakat sekitar. Harapan kami, warga bisa tetap nyaman tanpa terganggu aktivitas pembangkit,” tegasnya.

Baca Juga  Era Baru Dimulai, Sutjidra-Supriatna Sah Jadi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, Ela Shinta, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai inovasi teknis untuk menekan kebisingan di sekitar area pembangkit.

Salah satunya melalui pemasangan sound barrier atau dinding peredam suara setinggi sembilan meter di sekeliling kompleks PLTGU Pemaron.

“Kami juga sedang menguji tiga unit sound attenuator tambahan yang diharapkan bisa menurunkan tingkat kebisingan lebih signifikan. Pemasangan seluruh unit ditargetkan selesai akhir Oktober ini,” jelas Ela.

Selain itu, PLN juga bekerja sama dengan pihak eksternal untuk melakukan kajian teknis dan evaluasi lingkungan agar langkah-langkah pengendalian kebisingan dan polusi udara bisa dilakukan secara optimal.

Baca Juga  Wabup Supriatna Fasilitasi Dialog Warga dan PLN, Bahas Solusi Kebisingan PLTD Pemaron

Wabup Supriatna menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal proses penanganan keluhan masyarakat melalui koordinasi berkelanjutan bersama PLN dan pihak terkait lainnya.

“Kami ingin solusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi juga berkelanjutan. Ini penting agar kebutuhan energi terpenuhi tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan warga,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan PT PLN (Persero) dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments