GATRABALI.COM, BULELENG — Kinerja pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Buleleng kembali menuai pengakuan nasional.
UMKM Bali Pure yang berlokasi di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, sukses meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pengumuman penghargaan tersebut dilaksanakan pada 29 Januari 2026 di Jakarta, bersamaan dengan puncak perayaan HUT ke-25 BPOM. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa produk UMKM berbasis lokal mampu bersaing di tingkat nasional dengan mengedepankan aspek mutu, keamanan, dan keberlanjutan.
Saat dikonfirmasi via telepon, Selasa, 3 Februari 2026, owner sekaligus pengelola Bali Pure, Ketut Sumayana, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi BPOM terhadap UMKM yang konsisten menghadirkan inovasi produk ramah lingkungan dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Penghargaan ini diberikan kepada UMKM yang tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keamanan produk serta dampaknya terhadap lingkungan. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar untuk komoditas pangan di tingkat Provinsi,” jelasnya.
Menurut Sumayana, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali Pure sekaligus membawa nama UMKM Buleleng di kancah nasional. Ia berharap prestasi tersebut mampu mendorong pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan industri skala besar.
“Bali Pure berkomitmen menghasilkan produk yang aman dan berkelanjutan melalui penggunaan bahan alami berbasis lokal, serta penerapan standar operasional prosedur sesuai arahan BPOM. Dalam proses produksi, kami juga mendapat pendampingan langsung dari LOKA POM Buleleng,” ujarnya.
Inovasi Bali Pure, lanjutnya, berfokus pada pengolahan minyak VCO (Virgin Coconut Oil) menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti body oil dan sabun VCO.
Bahkan, air kelapa yang biasanya terbuang dalam proses produksi VCO dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sabun mandi, sehingga mendukung konsep produksi tanpa limbah (zero waste).
“Seluruh proses produksi dilakukan di Desa Sembiran dengan melibatkan lebih dari 20 tenaga kerja lokal, mulai dari kelompok tani, ibu rumah tangga hingga remaja desa. Pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan menjadi nilai penting dalam inovasi Bali Pure,” tegasnya.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya Dinas Dagperindagkop UKM Buleleng melalui pendampingan PLUT Singaraja, serta pembinaan berkelanjutan dari LOKA POM Buleleng di bawah kepemimpinan Rai Gunawan, S.Farm., Apt, beserta tim.
Selain fokus pada mutu dan inovasi produk, Bali Pure juga menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui penyaluran bantuan sembako dan zakat kepada masyarakat sekitar, serta pemberian jaminan penggantian produk jika ditemukan kerusakan sebelum masa kedaluwarsa.
“Prestasi ini kami harapkan dapat menjadi motivasi bagi UMKM lain di Buleleng untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah yang aman, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal,” pungkas Sumayana.(adv/gb)





