GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah semakin serius menjadikan wellness tourism atau wisata kebugaran sebagai salah satu motor pertumbuhan baru sektor pariwisata nasional. Di tengah perubahan tren wisata global pascapandemi, Indonesia melihat peluang besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup yang berkelanjutan.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat membuka Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kamis (5/6/2026).
Menurutnya, wellness tourism telah ditetapkan Kementerian Pariwisata sebagai salah satu fokus utama pengembangan pariwisata minat khusus sejak tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pariwisata yang lebih berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Wellness menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk wisata Indonesia untuk menarik wisatawan berkualitas, meningkatkan spending wisatawan, membuat wisatawan tinggal lebih lama, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia menjelaskan, tren wisata global mengalami perubahan signifikan sejak pandemi Covid-19. Jika sebelumnya wisatawan bepergian untuk mencari hiburan semata, kini mereka lebih mencari pengalaman yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, hingga spiritual.
“Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi mencari pengalaman yang memberikan makna dan manfaat bagi dirinya. Karena itu wellness menjadi tren yang berkembang sangat pesat di seluruh dunia,” katanya.
Peluang tersebut dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness dunia telah mencapai sekitar US$6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi hampir US$9,8 triliun pada 2029.
Menurut Ni Luh Puspa, Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk mengambil bagian dalam pasar global tersebut. Kekayaan alam, budaya, tradisi kesehatan, serta praktik-praktik spiritual yang dimiliki berbagai daerah menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain.
“Indonesia memiliki seluruh modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain utama dalam tren wellness global,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Bali disebut memiliki posisi yang sangat strategis. Pulau Dewata selama ini dikenal dunia sebagai destinasi yang menawarkan keseimbangan antara alam, budaya, dan spiritualitas. Filosofi hidup masyarakat Bali yang menjunjung harmoni diyakini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan internasional.
“Bali selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wellness dunia. Filosofi hidup masyarakat Bali yang menempatkan harmoni antara alam dan spiritualitas menjadi kekuatan utama yang menciptakan daya tarik luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol transformasi Indonesia menuju destinasi wisata kesehatan dan wellness kelas dunia.
“Kita berada di kawasan Sanur yang diproyeksikan menjadi pusat health and wellness tourism Indonesia. Ini menjadi simbol keseriusan Indonesia membangun ekosistem wellness yang terintegrasi dan berkelas dunia,” katanya.
Ni Luh Puspa menambahkan, pengembangan sektor wellness juga menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga ketahanan pariwisata nasional di tengah berbagai tantangan global. Meski dunia masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, sektor pariwisata Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif.
Sepanjang Januari hingga April 2026, Indonesia menerima sekitar 4,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh lebih dari 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia tetap tangguh. Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Melalui penguatan wellness tourism, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga menjadi pusat gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang berkelanjutan di tingkat global.
“Kita ingin memposisikan Indonesia sebagai destinasi wellness kelas dunia. Bali menjadi role model, namun energi pengembangan wellness harus menyebar ke seluruh Indonesia karena setiap daerah memiliki kekayaan dan keunggulannya masing-masing,” pungkasnya. (dy/gb)





