GATRABALI.COM, BULELENG – Hitungan hari menjelang pembukaan Lovina Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan seluruh perangkat pendukung penyelenggaraan terus dimatangkan.
Festival yang menjadi bagian dari agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu diharapkan berlangsung aman, nyaman, sekaligus memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng sekaligus Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Senin (20/7/2026). Pertemuan diikuti seluruh organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah desa di kawasan Lovina, serta pelaku usaha pariwisata.
Reika menjelaskan rapat tersebut menjadi tahapan terakhir sebelum festival resmi dibuka pada 24 Juli mendatang hingga penutupan 28 Juli 2026. Seluruh pihak diminta memastikan setiap tugas berjalan sesuai rencana agar pelaksanaan kegiatan tidak menemui kendala.
“Ini merupakan rapat akhir persiapan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memastikan seluruh persiapan benar-benar matang sehingga Lovina Festival 2026 dapat berlangsung sukses,” ujarnya.
Berbagai perangkat pendukung telah disiapkan untuk menunjang kelancaran festival. Dari sisi transportasi, Dinas Perhubungan mengatur sistem parkir dengan memanfaatkan sejumlah lokasi penyangga di kawasan sekitar venue guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.
Pengamanan kegiatan juga menjadi perhatian utama. Satpol PP bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan dan patroli selama festival berlangsung. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Kesehatan menyiagakan personel untuk memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Komitmen menjaga kebersihan kawasan wisata juga diperkuat melalui penempatan fasilitas penampungan sampah sementara dan pembersihan area festival secara rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup. Para pelaku UMKM yang terlibat dalam festival turut didorong menerapkan pengelolaan sampah sejak dari sumber sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.
Di sektor ekonomi kreatif, pemerintah telah melakukan seleksi terhadap pelaku UMKM yang akan mengisi area pameran sehingga produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan daya saing untuk menarik minat pengunjung.
Selain itu, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng menyiapkan dukungan publikasi melalui dokumentasi, layanan media, konferensi pers, siaran langsung, hingga penyebarluasan informasi digital agar rangkaian kegiatan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Lovina Festival 2026 akan menghadirkan berbagai atraksi olahraga, budaya, kuliner, dan hiburan yang menjadi ciri khas Bali Utara. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penyelenggaraan festival ini semakin memperkuat posisi Lovina sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.(adv/gb)





