GATRABALI.COM, DENPASAR – Bawaslu Bali mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2024 di Bali dinamikanya dinilai lebih dinamis di banding Pemilu 2024.
Kondisi ini disebabkan karena, pasangan calonnya langsung ada di Kabupaten dan Kota di Bali. Nantinya akan bersentuhan langsung dengan pengawas Pemilu (Bawaslu) dan masyarakat karena, adanya pemilihan pemimpin daerah di Bali, hal ini disampaikan, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Bali, Ni Ketut Ariani, Sabtu, 23 Maret 2024, di Kesiman, Denpasar.
“Dinamikanya akan lebih kencang karena, pasangan calonya ada di Bali,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, bagaimana Bawaslu Bali lebih menguatkan fungsi pengawasan, menjaga integritas serta komitmen para anggota Bawaslu Bali dalam perhelatan Pilkada 2024 di Bali.
“Apapun gesekan, tekanan khususnya berkaitan dengan tugas dan kewenangan kita, kita tetap “On The Track”,” katanya.
Dirinya mengatakan, dalam upaya pencegahan, divisi pencegahan akan melakukan audensi ke 9 Kabupaten Kota di Bali.
Bawaslu Bali nantinya dapat diberi ruang untuk pelaksanaan netralitas serta sosialisasi ASN, Kepala Desa serta mendorong pengawasan partisipatif di 9 Kabupaten Kota di Bali.
“Ini kami lakukan sebagai langkah awal karena, Kepala Desa juga memiliki hak pilih dan Kepala Desa juga memiliki masyarakat di wilayahnya masing-masing. Agar nantinya dapat mensosialisasikan agar benar-benar independen,” bebernya.
Sembari Dirinya menambahkan, pengawasan pelaksanaan Pilkada akan dilakukan secara maksimal di 9 Kabupaten Kota di Bali.(gun/gb)





