GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendampingi Kapolda Bali Irjen. Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra beserta jajaran dalam kunjungan peninjauan ke Bendungan Sidan pada Rabu, 5 Juni 2024.
Kunjungan ini diterima oleh perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, yaitu Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bendungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Made Denny Satya Wijaya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan BWS Bali Penida I Gede Pancarasa.
Turut hadir dalam peninjauan ini Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, Kapolsek Petang AKP I Dewa Ketut Suryawan, Sekretaris Camat Petang Anak Agung Ngurah Dharma Putra, dan Perbekel Belok Sidan I Made Rumawan.
Bupati Nyoman Giri Prasta menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Sidan telah mencapai 80% dan diharapkan selesai pada bulan September mendatang. Bendungan yang terletak di tiga kabupaten—Badung, Bangli, dan Gianyar—ini memiliki kapasitas tampung sebesar 3,2 juta m³ air, dengan produksi air baku mencapai 1,75 m³/detik.
“Sesuai kesepakatan awal, Kabupaten Badung akan mendapat suplai air 500 liter/detik, Kota Denpasar 750 liter/detik, Kabupaten Tabanan 300 liter/detik, dan Kabupaten Gianyar 200 liter/detik,” jelas Bupati Giri Prasta.
Lebih lanjut, Bupati Giri Prasta mengungkapkan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Sidan mencakup area seluas 81,25 hektare atau 165 bidang tanah. Lahan ini terdiri dari 55,52 hektare milik masyarakat (144 bidang tanah) dan 26,29 hektare milik pemerintah (21 bidang tanah) dengan total nilai lebih dari Rp 132 miliar. Bendungan Sidan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber air baku, tetapi juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dengan kapasitas 0,65 MW, wilayah konservasi, dan destinasi pariwisata baru.
“Kami mengecek langsung progres pembangunan bendungan ini, astungkara sesuai dengan target,” ungkap Bupati Giri Prasta. (gus/gb)





