GATRABALI.COM, DENPASAR – Komitmen Bali menuju emisi nol bersih kembali ditegaskan melalui Forum Investasi Iklim, bagian dari rangkaian Pekan Iklim Bali 2025 yang berlangsung di Prime Plaza Sanur, Kamis, 28 Agustus 2025.
Forum ini menyoroti peran pemimpin daerah sekaligus menghadirkan gagasan baru terkait pendanaan inovatif untuk mewujudkan aksi iklim berkelanjutan.
Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dihadiri pejabat kementerian, akademisi, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan.
Dalam sambutannya, Dewa Made Indra menyebut kepemimpinan daerah merupakan ujung tombak implementasi aksi iklim.
“Pemimpin daerah berada di garis terdepan menghadapi dampak krisis iklim. Melalui forum ini, kami ingin menginspirasi pemimpin daerah agar ambisi iklim sejalan dengan target penurunan emisi nasional,” katanya.
Menurutnya, Pemprov Bali telah menyusun peta jalan iklim hingga 2045. Namun, tantangan biaya besar membutuhkan inovasi pembiayaan yang melibatkan kolaborasi multi pihak.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menegaskan perlunya memperluas solusi berbasis riset di tingkat lokal.
“Pendanaan iklim harus inklusif dan relevan dengan kebutuhan daerah. Forum Investasi Iklim adalah ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan solusi nyata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Syamsi Gunarta, memperkenalkan Bali Climate Finance Platform (BCFP). Platform ini dirancang untuk memfasilitasi proyek-proyek berbasis iklim dengan memadukan dana konsesional, hibah, blended finance, hingga pembiayaan komersial.
“BCFP tidak hanya fokus pada mitigasi seperti energi terbarukan, tetapi juga pada adaptasi, seperti sistem peringatan dini dan solusi berbasis alam,” ungkapnya.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan bersama menuju pembiayaan iklim berkelanjutan di Bali.
“Pekan Iklim Bali adalah momentum untuk membangun solusi yang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat serta memulihkan ekosistem,” tambah Deputi Rachmat.
Dengan semangat kolaboratif, Bali menegaskan perannya sebagai pionir daerah dalam inovasi pembiayaan iklim, sekaligus membuka jalan menuju transformasi ekonomi hijau yang berdaya tahan.(ism/gb)





