GATRABALI.COM, TABANAN – Warga Banjar Batugaing Kelod, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi membusuk di semak-semak lahan kosong, Minggu, (14/6/2026) pagi.
Menurut keterangan Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, Korban diketahui bernama I Ketut Sadra (71), warga Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 1 Juni 2026 ke Polsek Kediri.
Penemuan mayat tersebut berawal saat warga tengah ngayah di Pura Dalem Lebah untuk persiapan odalan sekitar pukul 06.30 Wita.
Saat itu warga mencium bau busuk menyengat dari area semak-semak di lahan kosong sekitar lokasi pura.
Karena curiga, warga kemudian mendekati sumber bau dan mendapati sesosok mayat laki-laki dalam kondisi telanjang dan sudah membusuk.
“Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelian Banjar Batugaing Kelod dan diteruskan ke Polsek Kediri untuk penanganan lebih lanjut.Pelapor dalam kejadian ini yakni I Wayan Yudi Armika (40), warga Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan,” paparnya, beberapa hari lalu di Tabanan.
Dirinya menyebutkan, Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung dan penyakit kulit.
Selain itu, korban juga disebut mengalami kondisi linglung serta penurunan daya ingat dalam kesehariannya.
“Petugas kepolisian bersama tim terkait kemudian melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah ke RS Singasana Nyitdah untuk dilakukan pemeriksaan luar,” ujarnya.
Selanjutnya, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun proses hukum lebih lanjut.
“Keluarga korban menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan bedah mayat,” cetusnya.
Kemudian Dokter UGD RS Singasana, dr. Budi menerangkan, jenazah korban telah mengalami pembusukan lanjut. Pada seluruh tubuh ditemukan larva dan bagian belakang tulang tengkorak sudah terlihat.
“Diperkirakan korban meninggal lebih dari 36 jam, namun penyebab pasti kematian belum bisa diidentifikasi,” tutupnya.(gun/gb)





