GATRABALI.COM, MANGUPURA – Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar di kawasan Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7/2026), berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa Desa Adat Sibanggede.
Pelaksanaan karya tersebut diikuti krama desa adat setempat yang sejak awal telah bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian upacara. Prosesi berlangsung tertib sebagai bentuk pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur desa.
Dalam sambrama wacananya, Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Sibanggede dalam menjaga keberlanjutan tradisi adat. Menurutnya, pelaksanaan karya besar seperti ini menunjukkan kuatnya ikatan sosial serta kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya mengetahui bagaimana para leluhur secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi itu kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh krama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kawasan Catus Pata Desa Sibanggede memiliki nilai strategis dalam struktur desa adat karena menjadi titik pusat aktivitas yang dikelilingi berbagai unsur penting kehidupan masyarakat, mulai dari pura, pasar, hingga ruang interaksi sosial.
Menurutnya, penataan ruang tradisional tersebut mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih relevan hingga saat ini. Pelaksanaan karya utama di lokasi tersebut yang dilakukan setiap 30 tahun sekali juga menunjukkan adanya siklus adat yang terjaga dengan baik.
Giri Prasta menegaskan bahwa perhatian terhadap pelaksanaan karya ini telah diberikan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung, termasuk dukungan pemerintah daerah dalam pembiayaan kegiatan adat sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Ia juga mendorong agar setiap pelaksanaan karya besar di Desa Sibanggede didokumentasikan secara permanen melalui prasasti, sehingga dapat menjadi penanda sejarah sekaligus pengingat bagi generasi mendatang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Giri Prasta turut mengikuti prosesi mundut pralingga Ida Bhatara serta menyerahkan punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Karya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh merupakan hasil keputusan bersama krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026, sedangkan Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan digelar pada 9 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa pendanaan kegiatan berasal dari hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, punia masyarakat adat, serta dukungan para pengusaha di wilayah setempat. Seluruh rangkaian juga melibatkan gotong royong krama dari 12 banjar, termasuk para serati dan tukang ulam yang menyiapkan sarana upakara.(ism/gb)





