spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungPemkab Badung Dukung Penuh Karya Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Luhur...

Pemkab Badung Dukung Penuh Karya Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Luhur Uluwatu

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, agama, dan budaya Bali melalui kehadiran Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta pada pelaksanaan Upacara Tawur Balik Sumpah Agung (Catur Niri) di Nista Mandala Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Jumat (3/7/2026).

Prosesi suci yang berlangsung pada Sukra Umanis Langkir tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pujawali Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Agung. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur bersama Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati. Padudusan Agung sendiri dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sedangkan puncak piodalan akan berlangsung pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (7/7/2026).

Selain Bupati dan Wakil Bupati Badung, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba, Wakil DPRD Provinsi Bali, jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Selatan, Ketua Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung, Bendesa Adat Pecatu, serta ribuan umat yang datang untuk mengikuti persembahyangan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Krama Sempidi Jalankan Karya Yadnya Sebagai Wujud Bhakti Leluhur

Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung memiliki makna yang sangat mendalam karena tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan yadnya, tetapi juga menjadi simbol penyucian alam semesta demi menjaga keharmonisan kehidupan.

“Ini adalah karya utama yang luar biasa. Tidak sekadar melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi juga mengandung makna penyucian jagat secara sekala dan niskala. Dengan penyucian inilah Bali tetap bersinar dan tetap menjadi daerah yang penuh kerahayuan,” ujarnya saat ditemui setelah upacara.

Ia menambahkan, karya suci tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjalankan dharma agama dan dharma negara secara seimbang. Melalui pelaksanaan upacara, masyarakat diajak untuk terus meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon keselamatan bagi Kabupaten Badung, Pulau Bali, hingga seluruh Nusantara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan tradisi keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar melalui Dinas Kebudayaan Badung untuk membantu pembiayaan seluruh rangkaian upacara hingga puncak karya. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap keberadaan Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Hindu.

Baca Juga  Bupati Badung Hadiri Upacara Pelebon, Doakan Almarhum Ida Pedanda Gede Sadhawa

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan upacara ini, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Sekaligus kita subakti majeng ring Ida Bhatara. Subakti majeng ring Ida Bhatara untuk selalu kita diberikan kesehatan, kerahayuan,” ungkap Adi Arnawa seraya berharap situasi yang aman, nyaman, dan damai di Badung dapat terus terjaga karena menjadi modal utama keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Di sisi lain, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memahami rangkaian upacara yang sedang dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa prosesi kali ini merupakan piodalan yang dirangkaikan dengan Padudusan Agung lima tahunan, bukan Panca Wali Krama.

“Ini perlu kami luruskan agar masyarakat tidak keliru. Yang dilaksanakan sekarang adalah piodalan yang dirangkaikan dengan Padudusan Agung lima tahunan, bukan Panca Wali Krama,” jelasnya.

Baca Juga  Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Badung Masa Jabatan 2024-2029 Resmi Dilaksanakan

Menurut Sumerta, setiap pelaksanaan karya di Pura Luhur Uluwatu selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi Bali. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga ketertiban agar prosesi berlangsung dengan khidmat sekaligus memberikan kesan positif bagi para pengunjung.

“Banyak yang belum pernah melihat prosesi seperti ini di negaranya, sehingga secara tidak langsung ikut menjadi media promosi budaya Bali kepada dunia. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban agar seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar,” imbaunya.

Sementara itu, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pangempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko, menjelaskan bahwa Tawur Balik Sumpah Agung merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit melalui prosesi penyucian alam semesta.

“Acara hari ini tidak lain adalah kita bagaimana kita mensucikan bumi. Karena tawur adalah untuk kita mengembalikan Bhuana Alit dan Bhuana Agung supaya kembali suci. Itu harapan kita,” terangnya.(nov/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments