spot_img
spot_img
BerandaBaliDinkes Buleleng Bahas Kesiapsiagaan Wabah, Empat Penyakit Prioritas Masuk Pemetaan Risiko

Dinkes Buleleng Bahas Kesiapsiagaan Wabah, Empat Penyakit Prioritas Masuk Pemetaan Risiko

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan setempat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah dengan menggelar pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE), Senin, 4 Mei 2026.

Langkah ini menegaskan pentingnya kesiapan sistem kesehatan yang berbasis data dan perencanaan yang terukur.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Buleleng tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi, Nyoman Suardani, serta dihadiri lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Empat penyakit infeksi ditetapkan sebagai fokus utama pemetaan risiko, yaitu COVID-19, Avian influenza, Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus, serta Meningitis meningokokus.

Baca Juga  SMK Rekayasa Denpasar Hadirkan SITATIB untuk Ciptakan Lingkungan Belajar yang Lebih Teratur

Suardani menyampaikan bahwa pemetaan risiko dilakukan secara berkala untuk mengukur kesiapan daerah secara objektif.

“Setiap tahun kita melakukan penilaian risiko untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kapasitas kita. Ini penting agar ketika terjadi kasus, kita tidak lagi dalam kondisi tidak siap seperti saat awal pandemi COVID-19,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengalaman pandemi menjadi dasar penting dalam memperkuat sistem kesehatan, baik dari aspek pencegahan, vaksinasi, hingga penanganan kasus.

Hasil sementara menunjukkan bahwa rencana kontingensi kesehatan masih perlu diperkuat. Dokumen ini dinilai krusial sebagai pedoman operasional saat terjadi kondisi darurat.

Baca Juga  Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Buleleng Gelar Gerakan Pembagian 8.000 Bendera Merah Putih dan Aksi Donor Darah

“Rencana kontingensi kesehatan harus kita perkuat, karena itu menjadi acuan operasional saat terjadi kondisi darurat. Tanpa itu, respons kita tidak akan optimal,” kata Suardani.

Dokumen pemetaan risiko disusun berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh OPD pada pertemuan sebelumnya, dengan analisis mencakup tiga komponen utama, yakni ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Pemerintah daerah akan memprioritaskan intervensi pada aspek kerentanan dan kapasitas yang masih dapat ditingkatkan.

Selain itu, mobilitas jemaah haji dan umroh juga menjadi perhatian, terutama terkait potensi penyebaran MERS-CoV dan meningitis meningokokus dari Arab Saudi. Tahun ini, Buleleng mengirim 109 jemaah haji reguler.

Baca Juga  Pemkab Buleleng dan Kejari Satukan Langkah Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

“Mobilitas jemaah ini menjadi salah satu faktor risiko yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Dokumen yang telah disusun selanjutnya akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan bagi seluruh OPD dalam menghadapi potensi wabah. Dokumen ini diperbarui setiap tahun, sementara rencana kontingensi berlaku selama tiga tahun.

Melalui upaya ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya membangun sistem kesiapsiagaan kesehatan yang lebih tangguh, terukur, dan responsif terhadap ancaman penyakit di masa depan.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments