GATRABALI.COM, GIANYAR — Wantilan Pura Samuan Tiga di Bedulu, Gianyar, menjadi saksi ajakan tegas Gubernur Bali, Wayan Koster, kepada seluruh jajarannya untuk tidak lagi bekerja setengah hati.
Dalam pengarahan yang digelar Kamis (10/7/2025), Koster menyampaikan pentingnya percepatan pelaksanaan program prioritas Bali periode 2025–2030.
Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, hingga para pejabat eselon dan fungsional di lingkungan Pemprov Bali.
Koster menegaskan bahwa dirinya justru semakin bersemangat di periode kedua, meskipun secara aturan tidak bisa mencalonkan diri lagi. Ia mengatakan, hal ini bukan alasan untuk melambat, justru menjadi momen untuk menyelesaikan visi besar yang sudah dirintis sejak awal kepemimpinannya.
“Banyak yang mengira saya akan santai, itu salah. Justru saya akan lebih cepat, lebih tajam, dan tidak mau ada yang lamban. Ini masa penting untuk masa depan Bali,” ujar Koster penuh semangat.
Ia mengajak seluruh aparatur pemerintah daerah untuk menyelaraskan irama kerja, tanpa lagi menunggu perintah atau mengulur waktu. Menurutnya, inisiatif dan loyalitas menjadi syarat utama dalam mempercepat terwujudnya program pembangunan.
Koster juga menyebutkan bahwa fondasi sudah diletakkan di periode pertama lewat 48 regulasi strategis yang menjadi tonggak awal Bali Era Baru. Kini saatnya mengembangkan capaian tersebut secara nyata di lapangan.
Beberapa persoalan prioritas yang menjadi sorotannya antara lain pengelolaan sampah plastik, kemacetan lalu lintas, krisis air bersih, hingga penataan wisatawan asing dan pelaku usaha pariwisata yang melanggar aturan.
Dalam hal penanganan sampah, Koster menekankan bahwa Bali telah memiliki dasar hukum kuat lewat dua peraturan gubernur. Namun implementasinya harus lebih masif. Untuk itu, ia menyiapkan insentif besar bagi desa dan desa adat yang mampu menuntaskan masalah sampah di wilayahnya, dengan nilai hingga Rp1 miliar.
Ia juga menargetkan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan, baik berupa underpass, pelebaran jalan, maupun sistem transportasi massal modern. Dinas Perhubungan pun telah diminta menyusun langkah konkret jangka pendek dan panjang.
Koster tak segan menindak tegas wisatawan asing maupun pelaku transportasi pariwisata yang tidak taat aturan. Ia menegaskan, ratusan wisatawan sudah dideportasi, dan penertiban akan terus dilakukan demi menjaga martabat Bali di mata dunia.
“Saya bertanggung jawab menjaga citra Bali. Ini bukan soal saya pribadi, tapi tentang amanah rakyat dan tanggung jawab terhadap konstitusi,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Koster mengingatkan semua pihak untuk menjunjung integritas, bekerja sungguh-sungguh, dan menjauhkan diri dari perilaku menyimpang.
“Kita harus bekerja lurus, fokus, dan dengan hati bersih. Jangan sampai mencoreng kepercayaan masyarakat,” tandasnya.(ism/gb)





