GATRABALI.COM, BADUNG – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Kinembulan yang digelar oleh Desa Adat Sading, Mengwi, Badung, Kamis, 24 Juli 2025.
Kehadirannya disambut meriah dengan Tarian Rejang Jagat Sading yang ditarikan oleh 150 ibu-ibu PKK setempat.
Dalam sambutannya, Giri Prasta yang juga mantan Bupati Badung dua periode, menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya yadnya massal ini.
Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata dari kekompakan dan gotong royong masyarakat adat Bali.
“Saya melihat pelaksanaan yadnya telah berjalan baik dan sesuai. Ini adalah contoh konkret solidaritas sosial dan pelestarian nilai-nilai adat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian karya suci tersebut melibatkan 405 peserta dengan berbagai jenis upakara, antara lain warak keruron, ngelungah, ngelangkir, ngaben, nyekah, telu bulanan, mesangih, melepeh, hingga sanan empeg.
Giri Prasta juga mendorong ke depan agar upakara seperti Raja Sewala dan Raja Singa turut dilaksanakan untuk menyempurnakan seluruh tahapan upacara kehidupan.
“Dari bayi hingga akhir hayat, yadnya kita harus lengkap sebagai bagian dari warisan budaya Bali yang adiluhung,” tambahnya.
Ia menilai pelaksanaan yadnya massal sangat membantu masyarakat, terutama dalam menekan biaya upacara yang kerap menjadi beban berat bagi krama. Giri Prasta mendorong agar desa adat terus memfasilitasi kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Bendesa Adat Sading, Ketut Surata, menyebut bahwa Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Kinembulan merupakan agenda rutin lima tahunan berdasarkan awig-awig desa.
Surata juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung yang telah memberikan bantuan hibah, sehingga berbagai pura di Desa Adat Sading bisa direnovasi dan ditata lebih baik.
“Terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada Desa Adat Sading,” ucapnya.
Upacara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta beserta istri, serta sejumlah tokoh legislatif dari DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD Kabupaten Badung.
Hal ini menegaskan sinergi antara pemerintah dan desa adat dalam menjaga serta mengembangkan tradisi Bali secara berkelanjutan.(ism/gb)





