spot_img
spot_img
BerandaNewsIDSD 2025 Jadi Tolok Ukur Kemajuan, Buleleng Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Data

IDSD 2025 Jadi Tolok Ukur Kemajuan, Buleleng Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Data

GATRABALI.COMJAKARTAPemerintah Kabupaten Buleleng kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Sertifikat Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Buleleng meraih skor 3,84, berada di atas rata-rata nasional dan menempati peringkat kedua di Provinsi Bali.

Sertifikat apresiasi tersebut diterima Kepala Brida Buleleng Ketut Suwarmawan yang mewakili Bupati Buleleng dalam kegiatan Rilis IDSD 2025 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Kantor BRIN, Senin, 24 Februari 2026.

Baca Juga  Tanam 5.000 Mangrove di Kubu Raya, ACC Wujudkan Komitmen Hijau dan Pemberdayaan Warga

IDSD merupakan instrumen strategis berbasis data yang digunakan untuk mengukur dan memetakan tingkat produktivitas serta daya saing pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Melalui indeks ini, pemerintah pusat dan daerah dapat mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan kebijakan berbasis bukti.

Kegiatan rilis IDSD 2025 turut dihadiri Kepala BRIN Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, bersama para kepala daerah penerima sertifikat.

Baca Juga  Tabanan Pusat Geliat Seni Tradisional, Bupati Sanjaya Turun Langsung Dukung GATEL

Dalam sambutannya, Arif Satria menegaskan bahwa daya saing daerah merupakan fondasi penting bagi penguatan daya saing nasional di tengah dinamika global. Daerah yang inovatif dan produktif akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rachmat Pambudy menambahkan, IDSD berfungsi sebagai instrumen strategis untuk membaca peluang investasi, mempercepat hilirisasi, serta mendorong peningkatan produktivitas wilayah secara terukur.

Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya ketersediaan data statistik yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis bukti.

Ditemui terpisah, Rabu, 25 Februari 2026, Kepala Brida Buleleng Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa capaian skor 3,84 merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

Baca Juga  Melebihi Ekspektasi, Malam Pertama 'Semarak Buleleng Berbangga' Catat Rekor Ratusan Juta Rupiah

“Capaian ini mencerminkan komitmen Buleleng dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, kualitas kebijakan, serta pengembangan ekosistem riset dan inovasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan raihan tersebut, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat inovasi pelayanan publik, serta mengembangkan potensi unggulan daerah demi mewujudkan Buleleng yang berdaya saing dan berkelanjutan.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments