GATRABALI.COM, DENPASAR – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menargetkan segera memperoleh status baru menjadi Universitas STIKOM Bali atau disingkat dengan USB, dengan disertai penambahan berbagai program studi untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang tumbuh pesat.
“Kami sudah mengusulkan peningkatan status ITB STIKOM Bali menjadi Universitas STIKOM Bali yang singkatannya USB. Mudah-mudahan dengan dukungan semuanya, doa kami, dan dukungan dari Kepala LLDikti, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama maka kami akan memperoleh status yang baru,” kata Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA, di Denpasar, pada 10 Agustus 2025.
Prof Bandem dengan didampingi Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan menyampaikan hal tersebut dalam acara Puncak Perayaan Dies Natalis ke-23 ITB STIKOM Bali yang digelar di kampus setempat. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri para dosen, mahasiswa, pimpinan universitas dan yayasan, para pegawai, serta perwakilan alumni.
ITB STIKOM Bali menuju status “universitas”, kata Prof Bandem, sudah melalui tahap assessment, tahap evaluasi, serta pihaknya sudah menyelesaikan sejumlah permasalahan yang ada. Oleh karena itu, ia optimistis status baru sebagai universitas akan segera dapat diraih.
Mengawali penyampaian, Prof Bandem menceritakan latar belakang terbentuknya ITB STIKOM Bali yang saat awal berdiri dinamakan dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali. Berdirinya STMIK STIKOM Bali didahului dengan pembentukan Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar pada 14 Mei 2001.
Bandem saat itu membentuk Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar bersama Dr Dadang Hermawan (praktisi pendidikan), Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. (dosen) dan Drs. Satria Dharma (praktisi pendidikan). “Tujuannya kami ingin mendirikan perguruan tinggi IT, yang saat itu belum ada sama sekali di Bali. Kursus-kursus komputer sudah ada, tetapi perguruan tinggi IT yang memberikan gelar belum ada,” kenang Bandem.
Saat itu, banyak rekan Bandem yang mengkhawatirkan dan mempertanyakan prospek kampus IT ke depannya karena Bali sangat kental dengan kebudayaan, seni, ekonomi dan bidang-bidang di luar teknologi informasi.
“Banyak yang mengkhawatirkan, tetapi kami bersepakat untuk terus saja dengan membuat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali,” ucapnya.
Bandem menceritakan pada tahun pertama dibukanya STMIK STIKOM Bali di tahun 2002, hanya mendapat 40 orang mahasiswa. Setelah itu berlipat ganda menjadi 80, kemudian 150, 300, 600 mahasiswa dan sampai akhirnya sekarang lebih dari 1.000 orang, bahkan pernah mencapai 1.500 mahasiswa. Sedangkan jumlah alumni hingga saat ini sudah lebih dari 11.000 orang.
Perayaan puncak Dies Natalis, tambah Bandem, sengaja digelar di kampus setempat untuk mempererat kebersamaan antara dosen, mahasiswa, pimpinan universitas, yayasan, pegawai, dan bahkan alumni sesuai dengan tema perayaan yakni “23 Years, Inspiring Future Together”
“Kami akan terus mendukung pengembangan ITB STIKOM Bali, banyak prodi yang kami pikirkan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang sangat pesat di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan menambahan, STMIK STIKOM Bali telah berubah nama menjadi Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali pada tahun 2019. Dari dua program studi pada 2002, kemudian pada 2025 sudah enam prodi.
“Mudah-mudahan jika Tuhan meridhoi, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan berubah bentuk lagi menjadi tingkatan lebih tinggi,” kata Dadang.
Oleh karena itu,melalui kesempatan Dies Natalis kali ini, pihaknya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan sivitas akademika ITB STIKOM Bali yakni yayasan, dosen, manajemen, mahasiswa dan semua yang terkait, yang telah bekerja sama dan saling membantu sehingga ITB STIKOM Bali dapat berkembang menjadi seperti sekarang.
“Kami akan terus berkembang mencapai visi menjadi perguruan tinggi berstandar internasional. Ini sudah dimulai dari beberapa tahun lalu, yakni ada kelas internasional, seminar internasional, ada kolaborasi internasional serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Kami akan terus pacu itu sehingga betul-betul nanti ITB STIKOM Bali menjadi ajang pertemuan generasi muda seluruh bangsa,” katanya.
Ia berharap di kampus setempat akan diisi mahasiswa dari Afrika, Eropa, Amerika, dan sebagainya sehingga terjadi akulturasi dan itu menjadi cita-cita kami didukung oleh eksistensi yayasan yang selalu mendorong dengan baik dan dengan semangat.
“Kami bersyukur sudah pada track yang benar untuk menyongsong suatu perguruan tinggi yang dibanggakan, bukan saja oleh kami, dan kita, tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Dadang.
Rangkaian acara Dies Natalis ke-23 ITB STIKOM Bali, sebelumnya juga telah digelar sejumlah seminar, pelatihan gratis tentang Artificial Intelligence (AI), pameran, kegiatan jalan sehat dan berbagai perlombaan. (ism/gb)


