Kamis, April 3, 2025
BerandaBaliKisah Sukses Jero Wayan Astrini, Amartha Dorong Pertumbuhan UMKM Bali-Nusra

Kisah Sukses Jero Wayan Astrini, Amartha Dorong Pertumbuhan UMKM Bali-Nusra

GATRABALI.COM, GIANYAR – Pada Minggu, 25 Agustus 2024, Gatrabali.com berkesempatan mengunjungi salah satu UMKM binaan Amartha, sebuah platform layanan keuangan mikro terkemuka di Indonesia.

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana Amartha berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur keuangan digital bagi pelaku usaha akar rumput.

Salah satu patung bebek Jero Wayan Astrini
Salah satu patung bebek Jero Wayan Astrini. Sumber foto: Gus/gb

Sejak didirikan pada tahun 2010, Amartha telah berhasil menyalurkan akses permodalan senilai lebih dari Rp22 triliun kepada lebih dari 2,5 juta UMKM di 72.000 desa di seluruh Indonesia. Mengadaptasi model bisnis Grameen Bank, Amartha fokus pada pemberian modal usaha secara berkelompok, terutama kepada pengusaha perempuan. Setiap UMKM yang bergabung dengan Amartha dapat mengakses permodalan mulai dari Rp5 juta, yang sangat membantu dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Baca Juga  Kadis Kominfosanti dan DagperinkopUKM Buleleng Dorong Generasi Muda Ikut serta Membangun UMKM

Dalam 14 tahun beroperasi, Amartha telah mencatatkan performa yang sehat dan meraih keuntungan berturut-turut selama tiga tahun terakhir. Amartha juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memastikan transparansi dan keamanan bagi seluruh pelanggannya.

Sejak tahun 2023, Amartha memperluas layanannya ke wilayah Indonesia Timur, khususnya Bali dan Nusa Tenggara, dalam upaya meningkatkan indeks inklusi keuangan. Pada Semester I 2024, Amartha berhasil menyalurkan modal usaha senilai Rp486 miliar kepada 92 ribu UMKM di Bali-Nusa, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu contoh keberhasilan Amartha di wilayah Bali-Nusa adalah kisah Jero Wayan Astrini, seorang pengrajin patung dari Desa Kemenuh Sukawati, Gianyar, yang menjadi mitra binaan Amartha sejak tahun 2024.

Baca Juga  Pj Gubernur Bali Dampingi Menteri PKP Tinjau Program Perumahan di Buleleng
Kisah Sukses Jero Wayan Astrini, Amartha Dorong Pertumbuhan UMKM Bali-Nusra.
Kisah Sukses Jero Wayan Astrini, Amartha Dorong Pertumbuhan UMKM Bali-Nusra. Sumber foto: Gus/gb

Melalui modal usaha sebesar Rp6 juta yang diterimanya, Jero Wayan Astrini mampu mengembangkan usaha keluarganya yang telah berjalan selama 20 tahun. Usaha ini berfokus pada pembuatan patung burung yang dipasarkan di pasar seni lokal dan diekspor ke luar negeri.

“Meskipun sempat mengalami hambatan selama pandemi Covid-19, usaha ini tetap menunjukkan stabilitas dengan menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan,” ujar Jero Wayan Astrini saat ditemui di lokasi pembuatan patung, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Dengan bantuan dari Amartha, Jero Wayan Astrini juga memutuskan untuk membuka usaha baru, yaitu produksi canang, sebuah produk yang sangat diminati oleh umat Hindu untuk keperluan bersembahyang. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketersediaan bahan baku, Jero Wayan Astrini tetap optimis dapat mengatasi kendala tersebut dan terus mengembangkan usahanya.

Baca Juga  Sambut Nyepi Caka 1947, Bupati Tabanan Gelar Tawur Agung Kesanga di Titik Nol Kota

“Kami sangat berterima kasih kepada Amartha yang telah memberikan kesempatan dan dukungan modal untuk mengembangkan usaha kami. Dengan bantuan ini, kami dapat meningkatkan produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Tidak hanya memberikan modal, Amartha juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan bagi UMKM melalui berbagai program edukasi. Hal ini sejalan dengan misi Amartha untuk tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Dengan terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanannya, Amartha memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan dukungan lebih dalam pengembangan usaha mikro dan kecil. (gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments