Kamis, April 3, 2025
BerandaBaliKomisi X DPR RI Tinjau Pendidikan di Bali, Sekda Dewa Indra Paparkan...

Komisi X DPR RI Tinjau Pendidikan di Bali, Sekda Dewa Indra Paparkan Kebijakan dan Alokasi Anggaran

UPDATEBALI.com, DENPASARSekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mewakili Pj. Gubernur Bali, menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi X DPR RI di Wiswa Sabha Utama.

Kunjungan ini, yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Agustus 2024, fokus pada bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga, serta perpustakaan.

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Made Indra mengapresiasi terpilihnya Provinsi Bali sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja tersebut.

“Semoga rangkaian kunjungan kerja ini berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk perbaikan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Bali ke depan,” ujar Dewa Made Indra.

Sekda Dewa Made Indra memaparkan kondisi infrastruktur pendidikan di Bali. Terdapat 2.401 Sekolah Dasar (SD), 400 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 354 Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta sederajat di Bali. Tenaga pendidik di Bali juga memadai, dengan 25.161 guru SD, 9.845 guru SMP, dan 12.890 guru SMA/SMK. Selain itu, sebanyak 553 guru telah lulus sebagai Guru Penggerak Jenjang Menengah.

Baca Juga  Kadis Astika Resmi Buka Kegiatan MPLS 2023 di Buleleng

Ia juga menyampaikan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bali, termasuk pengalokasian anggaran sebesar 27,89% dari total APBD Provinsi Bali, atau sekitar 1,9 triliun rupiah. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan sekolah baru, ruang kelas, serta sarana pendukung seperti laboratorium dan perpustakaan.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2024, Sekda Dewa Made Indra melaporkan bahwa prosesnya berjalan lancar, dengan prioritas pada siswa miskin ekstrem, yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Pemprov Bali juga memperketat pengawasan PPDB melalui tim pengawas yang melibatkan guru dan orang tua siswa.

Baca Juga  Pemprov Bali Raih Penghargaan Digital Government Award SPBE Summit 2024

Dalam hal implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Provinsi Bali mendukung penuh kebijakan tersebut dengan melaksanakan program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, dan Organisasi Penggerak.

“Program ini diharapkan dapat mendukung kesuksesan Kurikulum Merdeka Belajar dan meningkatkan mutu pendidikan serta sumber daya manusia generasi muda,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang memimpin tim kunjungan, menyatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk menggali informasi terkait PPDB 2024, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, dan sekolah vokasi di Bali. Ia menyampaikan apresiasi atas alokasi APBD yang melebihi ketentuan pusat dan kesuksesan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Klod Lakukan Penataan Pedagang Tumpah di Jalan Waturenggong

“Bali memang selalu terdepan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” ujar Hetifah Sjaifudian.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mentransformasi sektor pendidikan di Indonesia dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh tanah air. (gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments