spot_img
spot_img
BerandaBaliLebih dari Sekadar Pesta, Buleleng Festival 2025 Jadi Investasi Budaya dan Ekonomi

Lebih dari Sekadar Pesta, Buleleng Festival 2025 Jadi Investasi Budaya dan Ekonomi

GATRABALI.COMBULELENG – Setelah lima tahun tidak diselenggarakan, Buleleng Festival akhirnya kembali hadir pada tahun 2025 dengan semangat baru.

Mengusung tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, festival ini akan berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2025, dengan sejumlah agenda budaya dan ekonomi kreatif tersebar di berbagai titik Kota Singaraja.

Festival ini menjadi simbol kebangkitan budaya serta komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memajukan potensi lokal.

Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia, mengatakan bahwa festival tahun ini difokuskan pada revitalisasi seni topeng sebagai identitas budaya Buleleng yang belum tergali secara maksimal.

Baca Juga  Polisi Ungkap Pembelian Mobil Gunakan Uang Dolar Palsu di Bangli

“Buleleng punya warisan topeng dari berbagai desa. Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tapi bentuk pelestarian budaya sekaligus dorongan nyata bagi ekonomi lokal,” ujar Suyasa.

Buleleng Festival 2025 akan memanfaatkan sejumlah lokasi strategis untuk menggelar berbagai kegiatan:

  • Tugu Singa Ambara Raja akan menjadi pusat pertunjukan seni tradisional dan nasional.

  • Sasana Budaya menyajikan seni klasik, seperti Gong Kebyar Mebarung.

  • Puri Kanginan Singaraja menghadirkan pertunjukan seni hasil kurasi Dinas Kebudayaan.

  • Rumah Jabatan Bupati menjadi tuan rumah Buleleng Digital Expo yang memadukan budaya dan teknologi digital melalui talk show, lomba esport, fotografi jurnalistik, hingga programming competition. Di sini juga akan digelar pameran lukisan dan replika topeng, serta demo pembuatan topeng oleh seniman lokal.

  • Kantor DPRD Buleleng akan difokuskan pada pameran UMKM dan aktivitas ekonomi kreatif.

  • Jalan Veteran disiapkan sebagai sentra kuliner khas Buleleng dengan 66 stan.

  • Gedung Wanita Laksmi Graha akan menggelar seminar budaya, dengan menghadirkan pakar budaya nasional seperti Prof. I Wayan Dibia Bandem.

Baca Juga  Gubernur Koster Bangga, Parade Gong Kebyar Dewasa Tampilkan Pesan Sosial dan Filosofis

Lebih dari 1.000 pelaku seni dan masyarakat akan terlibat dalam gelaran ini. Setiap kecamatan diminta menampilkan kearifan lokal sebagai bentuk inklusi budaya.

Menariknya, festival ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Buleleng akan menangani pengelolaan sampah festival secara ketat. Sampah organik dan plastik akan dipisah, dan plastik akan dikirim ke komunitas pendaur ulang.

Baca Juga  Sekda Buleleng Dorong Paskibraka Kuasai Potensi Daerah untuk Tingkatkan Kebanggaan

“Kami ingin festival ini zero waste ke TPA. Plastik daur ulang bisa digunakan kembali, bahkan sebagai campuran aspal seperti yang sudah kami lakukan di Buleleng sejak 2022,” kata Suyasa.

Festival ini rencananya akan dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata serta Gubernur Bali. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat posisi Buleleng dalam peta destinasi budaya nasional.

“Festival ini bukan hanya ruang hiburan, tapi bentuk investasi jangka panjang untuk mengangkat identitas budaya Buleleng dan membangun ekonomi kreatif,” pungkas Suyasa.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments