GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ajang Buleleng IDEAS Festival 2025, sebuah kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa yang diprakarsai oleh Menjangan Institute, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan dan riset.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, dalam audiensi dengan perwakilan Menjangan Institute di Kantor Bupati pada Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong riset yang aplikatif untuk pengambilan kebijakan.
“Pemkab sangat mengapresiasi penyelenggaraan IDEAS Festival karena kegiatan ini menjadi kontribusi positif dalam mendukung pembangunan daerah melalui ide-ide ilmiah. Hasil riset para peserta dapat dijadikan masukan dalam proses perencanaan program pembangunan,” jelas Supriatna.
Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa pelaksanaan festival ini dapat mengangkat citra Kota Singaraja sebagai salah satu pusat pendidikan di Bali. Terlebih, sebanyak 30 finalis nasional akan diundang hadir secara langsung ke Buleleng untuk mengikuti serangkaian agenda puncak festival.
“Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada bidang pendidikan, tetapi juga turut mendukung sektor pariwisata. Branding Kota Singaraja sebagai kota pendidikan akan semakin kuat,” imbuhnya.
Direktur Eksekutif Menjangan Institute, I Made Bagus Andi Purnomo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari Buleleng IDEAS Festival adalah menghimpun gagasan kreatif dari kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Buleleng.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin menggali potensi intelektual generasi muda serta memperkenalkan Buleleng ke tingkat nasional. Para finalis nantinya akan diajak mengunjungi sejumlah titik budaya dan destinasi wisata, sehingga turut menjadi media promosi daerah,” terang Bagus Purnomo.
Akademisi dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja itu juga menambahkan bahwa output dari IDEAS Festival diharapkan mampu memberikan saran kebijakan berbasis penelitian yang bisa digunakan pemerintah daerah dalam perumusan strategi pembangunan.
“Dengan adanya kajian dan ide-ide segar dari para finalis, Pemerintah Kabupaten Buleleng bisa mendapatkan sudut pandang baru yang lebih ilmiah dan kontekstual terhadap tantangan pembangunan sektor pendidikan,” tandasnya.(adv/gb)





