GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberadaan Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali yang terletak di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, dengan mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) untuk pengembangan kawasan tersebut secara terpadu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dalam peluncuran siaran televisi digital dari menara tersebut pada Jumat (18/4/2025).
“Turyapada Tower ini tidak hanya memiliki fungsi strategis dalam bidang komunikasi, tetapi juga akan diarahkan menjadi objek wisata baru di Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, diperlukan regulasi khusus agar kawasan ini dapat berkembang dengan terarah dan tidak semrawut,” ujar Bupati Sutjidra.
Menurut Sutjidra, hadirnya menara ini menjadi momentum penting bagi Buleleng. Selain memperkuat infrastruktur komunikasi, ke depan keberadaan Turyapada Tower diyakini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, khususnya Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
“Pengembangan kawasan menara ini harus dilihat sebagai peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Karena itu, kami menyambut baik dan akan segera menyusun Perda sebagai dasar pengelolaan kawasan secara menyeluruh,” ucapnya.
Tak hanya memberi dampak ekonomi, keberadaan Turyapada Tower juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Buleleng dalam bentuk akses siaran televisi digital yang lebih jernih. Sebelumnya, masyarakat setempat harus bergantung pada antena parabola untuk bisa menangkap siaran televisi nasional.
“Dengan hadirnya siaran digital dari Turyapada Tower, kini masyarakat bisa menikmati tayangan nasional dengan lebih mudah dan jelas,” tutur Sutjidra.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa saat ini kawasan Turyapada Tower masih dalam tahap awal operasional dan belum dibuka untuk umum. Hanya fungsi pemancar siaran digital yang telah berjalan.
“Setelah semua infrastruktur dan akses ke lokasi selesai, kawasan ini baru akan dibuka secara luas. Untuk pengelolaannya, nanti akan ditangani oleh Pemprov Bali karena menara ini adalah aset milik provinsi,” kata Koster.
Turyapada Tower diharapkan menjadi simbol kemajuan Buleleng di bidang teknologi komunikasi dan pariwisata, sekaligus menjadi pemicu pembangunan yang lebih merata di wilayah Bali Utara.(adv/gb)





