spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Jembrana Pastikan Lomba Ogoh-Ogoh 2026 Berjalan Fair, 218 STT Terima Dukungan...

Pemkab Jembrana Pastikan Lomba Ogoh-Ogoh 2026 Berjalan Fair, 218 STT Terima Dukungan Dana

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya menjaga pelaksanaan lomba ogoh-ogoh Tahun 2026 tetap berlangsung jujur dan profesional.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menekankan bahwa seluruh proses penilaian harus bebas dari kepentingan tertentu agar kreativitas generasi muda tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan saat penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat, bantuan subsidi ogoh-ogoh, serta insentif bagi Kelian Subak yang digelar di Wantilan Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Jumat (27/2/2026).

Didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Bupati Kembang meminta tim juri menjalankan tugas secara objektif dan transparan. Ia menilai kepercayaan peserta menjadi modal utama keberlangsungan lomba budaya tersebut.

Baca Juga  Pj Mahendra Jaya Bangga Bali Jadi Provinsi Pertama Peluncuran Layanan Elektronik Pertanahan 

Menurutnya, praktik penilaian yang tidak adil berpotensi menurunkan semangat Sekaa Teruna Teruni (STT) dalam berkarya dan melestarikan tradisi ogoh-ogoh.

“Kegiatan ini harus menjadi ruang kreativitas yang sehat bagi anak-anak muda. Penilaian wajib dilakukan secara terbuka dan profesional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana A.A. Komang Sapta Negara menjelaskan bahwa pemerintah daerah memberikan subsidi pembuatan ogoh-ogoh kepada 218 STT dengan nilai Rp2,5 juta per kelompok. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp600 juta.

Baca Juga  Lomba Gema Takbir di Jembrana Semarak, Ribuan Warga Antusias Meriahkan Idul Fitri

Penerima bantuan tersebar di lima kecamatan, yakni Mendoyo sebanyak 72 STT, Negara 44 STT, Jembrana 37 STT, Melaya 36 STT, dan Pekutatan 29 STT.

Tahapan seleksi lomba dimulai dari penilaian tingkat kecamatan pada 25–26 Februari 2026. Selanjutnya, 15 peserta terbaik akan bersaing di tingkat kabupaten pada akhir Februari hingga awal Maret. Para finalis akan memperoleh dana pementasan Rp10 juta serta tampil pada parade Masikian Festival Yowana yang digelar 12 Maret 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.

Selain hadiah utama senilai Rp20 juta bagi juara pertama, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran Rp13,3 miliar melalui BKK Desa Adat guna memperkuat peran lembaga adat dan sektor pertanian tradisional.

Baca Juga  Pelindo Salurkan Bantuan Ramadan di Celukan Bawang, Bupati Sutjidra Beri Apresiasi

Dana tersebut mencakup insentif Bendesa Adat sebesar Rp1,7 juta per bulan, Kelian Adat Rp1,2 juta, penghargaan bagi Sulinggih Rp1 juta, serta insentif bagi 231 Kelian Subak masing-masing Rp1 juta per bulan.

Bupati Kembang juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai arsitektur tradisional Bali dalam pembangunan fasilitas adat dengan melibatkan arsitek lokal yang memahami konsep Asta Kosala Kosali agar bangunan tetap selaras secara filosofi dan estetika.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments