GATRABALI.COM, DENPASAR – Dalam upaya mendukung kesehatan penderita tuberkulosis (TB), Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Tuberkulose Indonesia (PPTI) Cabang Kota Denpasar menyerahkan 115 paket sembako.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap proses pengobatan penderita TB, yang juga dibantu melalui pelayanan puskesmas serta pendampingan dari kader-kader PPTI Kota Denpasar.
Penyerahan sembako tersebut berlangsung pada Senin, 24 Maret 2025 di Kantor Cabang PPTI Kota Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah PPTI Bali, I Made Adi Wiguna, Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar, dr. I Made Sudhana Satrigraha, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.
Dalam kesempatan itu, I Made Adi Wiguna menekankan pentingnya kesadaran penderita TB dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya.
“Kami berharap penderita TB lebih memperhatikan kesehatan keluarga mereka karena penyakit ini menular. Dengan upaya yang berkelanjutan, kita berharap Kota Denpasar bisa terbebas dari kasus TB,” ujarnya.
Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar, dr. I Made Sudhana Satrigraha, menjelaskan bahwa pemberian sembako ini bertujuan untuk mendukung pemulihan penderita TB. Selain bantuan sembako, pihaknya juga memberikan pendampingan dengan mengedukasi penderita mengenai kepatuhan dalam mengonsumsi obat, khususnya melalui metode PMO (Pengawas Menelan Obat).
“Penderita TB harus menjalani pengobatan selama enam bulan secara terus-menerus dan tidak boleh menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Jika tidak dilakukan secara disiplin, bisa terjadi resistensi kuman terhadap obat,” jelasnya.
Ketua Harian PPTI Cabang Denpasar, IGN Wibawa, menambahkan bahwa pencegahan penyebaran TB menjadi fokus utama di Kota Denpasar. Oleh karena itu, pihaknya juga menyediakan terapi pencegahan bagi keluarga yang mendampingi penderita TB.
“Kami mendorong keluarga pendamping untuk mengonsumsi obat pencegahan agar tidak tertular TB. Sebab, jika sudah terinfeksi, pengobatannya cukup lama, yaitu enam bulan,” terangnya.
Selain itu, kader TB di Kota Denpasar aktif melakukan sosialisasi melalui posyandu di berbagai banjar. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB dan cara pencegahannya.
IGN Wibawa juga mengungkapkan bahwa kasus TB di Kota Denpasar tahun 2024 tercatat sebanyak 1.601 kasus, melampaui target Kementerian Kesehatan yang menetapkan 1.450 kasus.
“Peningkatan jumlah kasus ini terjadi karena semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pemeriksaan dini. Selain penderita TB, anggota keluarga yang sehat pun kini mulai rutin memeriksakan diri,” jelasnya.
Melalui berbagai program pencegahan dan pengobatan yang dijalankan Pemkot Denpasar dan PPTI, diharapkan angka penyebaran TB dapat ditekan, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.(gus/gb)





