spot_img
BerandaBaliBadungPGR III Denpasar, Erupsi Gunung Api di Indonesia Tidak Berdampak Langsung ke...

PGR III Denpasar, Erupsi Gunung Api di Indonesia Tidak Berdampak Langsung ke Bali

GATRABALI.COM, BADUNG – Erupsi sejumlah gunung api di Indonesia, termasuk Gunung Anak Krakatau, tidak berdampak langsung terhadap masyarakat Bali.

Hal tersebut disampaikan Pusat Gempabumi Regional III (PGR III) Denpasar.

PMG Madya PGR III Denpasar, Sidik Santosa, S.P., mengatakan aktivitas erupsi gunung api di sejumlah wilayah Indonesia tidak dapat dijadikan indikator bahwa gempa bumi besar akan segera terjadi di Bali.

“Tidak, saat ini letusan beberapa gunung di Indonesia tidak memiliki dampak langsung bagi masyarakat Bali,” ujar Sidik, Senin, 7 September 2026, di Badung.

Menurutnya, Bali memang berada di kawasan yang aktif secara tektonik. Namun, kondisi tersebut tidak berkaitan langsung dengan erupsi gunung api yang terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga  Kecelakaan Truk Tronton Muatan 26 Ton Ganggu Lalu Lintas Desa Nyambu - Kaba Kaba

Sidik menjelaskan, hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, baik terkait waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatannya. Karena itu, masyarakat tidak perlu menghubungkan aktivitas erupsi gunung api dengan kemungkinan terjadinya gempa besar di Bali.

“Saat ini gempabumi belum dapat diprediksi secara pasti. Baik mengenai waktu, lokasi dan kekuatannya. Wilayah Bali memang berada di kawasan yang aktif secara tektonik, sehingga gempabumi tetap mungkin bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun adanya beberapa gunung berapi yang sedang mengalami erupsi di wilayah Indonesia tidak dapat dijadikan tanda bahwa gempa besar akan segera melanda Bali,” paparnya.

Baca Juga  Denfest ke-17 Angkat Kuliner Lokal, Sate Mang Kakul Jadi Sorotan

Terkait gempa bumi yang beberapa kali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Bali, Sidik menyebut kondisi tersebut masih dalam kategori normal secara geologi.

“Ya, secara geologi terjadinya gempa di Bali masih dapat dikatakan sebagai kondisi normal. Karena Bali memang berada di wilayah aktif secara tektonik, terutama karena pengaruh zona subduksi di wilayah selatan Bali dan sistem sesar naik belakang busur di utara Bali,” ucapnya.

Baca Juga  Tips Memilih Transportasi Liburan di Bali

Ia menjelaskan aktivitas tektonik tersebut membuat gempa bumi tetap berpotensi terjadi di Bali sewaktu-waktu. Namun, masyarakat tidak perlu panik selama informasi yang beredar berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Sidik mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terbukti kebenarannya. Masyarakat diminta memastikan setiap informasi terkait gempa bumi maupun aktivitas gunung api berasal dari kanal resmi.

“Masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan pastikan informasi selalu bersumber dari kanal resmi,” tegasnya. (gun/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments