spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungSambut Galungan-Kuningan, Pemkab Badung Jamin Stok Pangan Aman dan Stabil

Sambut Galungan-Kuningan, Pemkab Badung Jamin Stok Pangan Aman dan Stabil

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di tahun ini, Pemkab Badung pastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras di gudang Bulog Sempidi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dalam kondisi aman.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras yang mengendap saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 sampai 6 bulan ke depan.

“Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi saya lihat di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan amanlah. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” jelas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar di Kabupaten Badung, kemarin, Kamis,(11/6/2026) di Badung.

Baca Juga  Momentum HUT Ke-16 Mangupura, Pemkab Badung Perkuat Sinergi Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan

​Dirinya menyebutkan, Ketersediaan beras di Badung didukung juga oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak.

Di Subak Belakhioh, hasil panen mencatatkan puluhan ton gabah, sementara di Subak Lepud luas panennya mencapai dua kali lipat.

“Kalau dilihat produksinya, tadi kami tinjau ada dua subak, Subak Lepud dan Subak Belakhioh ya, bahkan sudah panen, panen raya. Di Subak Belakhioh sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar,” bebernya.

​Dirinya menyampaikan, luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang dinilai cukup bagus.

Baca Juga  Evaluasi Kinerja 2024, Badung Menuju Masa Depan Bebas Stunting dan Kemiskinan

Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar.

“Nah, kalau dilihat produksi gabah di kedua subak tadi mencerminkan bahwa memang tingkat produktivitasnya cukup bagus ya. Per hektar antara 6,3 ton sampai dengan 7,5 ton per hektar,” terangnya.

​Ia mengatakan, Guna menjaga cadangan pangan, pengelola subak atau pekaseh di Subak Belakhioh mengusulkan skema peningkatan frekuensi masa tanam menjadi tiga kali dalam satu tahun. Langkah ini memerlukan dukungan subsidi bantuan sarana produksi pertanian dari pihak pemerintah.

“Jadi ini cukup bagus sekali ya, dan bahkan ada usulan dari Pekaseh di Subak Belakhioh, mereka siap untuk melakukan tiga kali pola tanam. Dengan catatan, ya mungkin ada bentuk subsidi-subsidi yang bisa diberikan oleh pemerintah, bibit maupun pupuk,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, penambahan satu kali masa panen dalam setahun tersebut diharapkan dapat mendongkrak cadangan pangan daerah secara otomatis. Selain beras, stabilitas harga juga terlihat pada komoditas peternakan seperti babi dan ayam di tingkat peternak lokal.

“Sehingga dalam 1 tahun itu ada tiga masa panen, otomatis ya cadangan pangan kita jadi meningkat, satu kali panen lagi. Nah, itu upaya,” tutupnya.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments