GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mempercepat transformasi digital dengan meresmikan sistem pembayaran non-tunai (e-money) untuk retribusi parkir di tol gate area manuver dan Terminal Gilimanuk, Selasa, 24 Februari 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan potensi kebocoran retribusi.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang menegaskan bahwa langkah ini merupakan kebijakan empati fiskal di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Digitalisasi dinilai menjadi solusi untuk menjaga stabilitas fiskal daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, penerapan sistem e-money membawa tiga misi utama, yakni optimalisasi PAD, transparansi anggaran melalui pencatatan transaksi secara real-time, serta efisiensi layanan agar pengelolaan retribusi parkir dan terminal lebih terintegrasi.
“Penerapan sistem e-money ini membawa misi penting bagi stabilitas ekonomi daerah, seperti Optimalisasi PAD yang menjadi kunci keberlanjutan program pembangunan di Kabupaten Jembrana. Selain optimalisasi PAD, Transparansi Anggaran untuk meminimalisir potensi kebocoran retribusi daerah karena seluruh transaksi tercatat secara real-time. Dan terakhir Efisiensi Layanan sehingga pengelolaan retribusi parkir dan terminal menjadi jauh lebih efektif dan terintegrasi,” ungkapnya.
Wabup yang akrab disapa Ipat itu mengakui, implementasi awal masih memerlukan penyempurnaan, seperti penyesuaian tinggi dispenser kartu dan penyediaan bukti pembayaran (struk) yang lebih optimal.
Pemerintah juga akan mengintensifkan sosialisasi, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang belum terbiasa menggunakan e-money.
“Sosialisasi akan terus ditingkatkan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang masih jarang menggunakan e-money. Sebagai langkah antisipasi bagi warga yang belum memiliki kartu, pemerintah menyiapkan opsi pembayaran melalui QRIS maupun penggunaan uang tunai yang nantinya akan dibantu oleh petugas di lokasi,” ucapnya.
Penerapan sistem ini dinilai tepat menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi, ketika arus kendaraan menuju Gilimanuk meningkat signifikan. Sosialisasi pun diperluas hingga kawasan Ketapang guna memastikan pengguna jasa penyeberangan telah memahami mekanisme baru tersebut.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Bank BPD Bali melalui dukungan CSR perangkat digitalisasi.
Pemkab Jembrana berharap transformasi ini mendapat dukungan penuh masyarakat demi mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.(ri/gb)





