spot_img
spot_img
BerandaBaliUNHI Hadirkan Layanan Pengobatan Tradisional Gratis untuk Warga Jembrana

UNHI Hadirkan Layanan Pengobatan Tradisional Gratis untuk Warga Jembrana

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Program Studi Sarjana Terapan (D4) Pengobatan Tradisional Indonesia, Fakultas Kesehatan dan Sains, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana pada Minggu, 31 Mei 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan tradisional secara langsung kepada warga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan pengobatan tradisional yang tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Pengobatan Tradisional Indonesia memberikan berbagai layanan kesehatan tradisional secara gratis kepada masyarakat. Pelayanan yang disediakan meliputi pijat tradisional, akupresur, terapi prana, wacak weton (palmistry), akupunktur, hingga terapi uap (steam).

Baca Juga  Kisah Keberhasilan Pengobatan Tradisional Jnana Marga 

Seluruh layanan dilakukan dengan mengedepankan prinsip keamanan, kenyamanan, serta pendekatan profesional sesuai standar kompetensi yang dikembangkan dalam lingkungan akademik. Kehadiran layanan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi sekaligus memperoleh terapi kesehatan tradisional.

Secara ilmiah, berbagai metode pengobatan tradisional yang diterapkan dalam kegiatan ini memiliki manfaat dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Teknik pijat tradisional dan akupresur diketahui dapat membantu merelaksasi otot, memperlancar sirkulasi darah, serta mengurangi ketegangan fisik dan kelelahan. Sementara terapi uap memberikan efek relaksasi sekaligus membantu menjaga kebugaran tubuh.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Gelar Lomba Kreasi Inovasi Daerah 2024

Di sisi lain, terapi prana dan praktik wacak weton dihadirkan sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat nilai budaya dan spiritual. Dalam kehidupan masyarakat Bali, kedua praktik tersebut memiliki peran dalam menjaga keseimbangan kesehatan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga mengandung nilai edukatif yang kuat. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara holistik melalui perpaduan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai tradisional. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan pengobatan tradisional secara bijak sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Baca Juga  Tak Jera, Ibu Rumah Tangga Nekat Curi Emas Lagi

Bagi mahasiswa, bakti sosial ini menjadi wahana pembelajaran lapangan yang sangat berharga. Mereka tidak hanya mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kebutuhan kesehatan yang nyata, serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan profesional.

Melalui kegiatan ini, Program Studi D4 Pengobatan Tradisional Indonesia UNHI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan berbasis pengobatan tradisional yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan secara berkelanjutan. (*/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments