GATRABALI.COM, DENPASAR – Momen suci Purnama Sadha dan Hari Raya Waisak, yang juga bertepatan dengan H-1 Hari Lahir Pancasila, menjadi hari bersejarah bagi PT Garuda Mas Anugerah (GMA).
Pada Minggu (31/5/2026), perusahaan penyedia produk kesehatan herbal ini resmi menancapkan kiprahnya di Pulau Dewata dengan membuka kantor cabang perwakilan di Jalan Suli No.27 Denpasar.
Komisaris PT GMA, Dr. Drs. H. Ahmad Effendy Choirie, M.Ag, M.H, menyebut langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa. Sosok yang akrab disapa Gus Choi ini menegaskan bahwa kehadiran kantor di Bali adalah bukti sahih keseriusan perusahaan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya di Bali dan kawasan Indonesia Timur.
“Empat tahun berjalan, produk kami terbukti diterima dan mampu bertahan. Pembukaan kantor ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir lebih dekat,” ungkap Gus Choi, didampingi oleh CEO PT GMA, Bobby Oetomo.

Lebih dari sekadar berbisnis, Gus Choi bercerita bahwa GMA lahir pada 22 Februari 2022 dari sebuah kegelisahan melihat mahalnya biaya pengobatan di tengah kekayaan alam Nusantara yang melimpah. Dari sanalah lahir tekad untuk menghadirkan lebih dari 30 produk kesehatan berbasis herbal yang ramah di kantong, dan kini semuanya telah mengantongi izin BPOM serta sertifikat Halal.
Menariknya, GMA tidak menggunakan sistem jual-beli putus. Lewat konsep afiliasi bertajuk GMA Affiliate Megapro, mereka mengedepankan semangat gotong royong.
“Kalau beli di toko biasa, urusan selesai setelah bayar. Di GMA beda, konsumen menjadi bagian dari keluarga besar. Ada kebersamaan yang saling menguntungkan di sana,” jelasnya.
Kehadiran kantor cabang ini juga diproyeksikan sebagai pusat distribusi dan edukasi. Harapannya, masyarakat dari NTB, NTT, hingga wilayah Indonesia Timur lainnya tak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta. Mereka cukup datang ke Bali, yang secara tak langsung akan ikut menggerakkan roda pariwisata dan ekonomi daerah.
Dekat dengan Kearifan Lokal Bali
Sejalan dengan visi tersebut, Pelopor Leader GMA Bali, I Made Sugiarta, S.Sos, M.M, menyoroti bagaimana produk GMA sangat bersahabat dengan tradisi lokal. Mantan Sekwan DPRD Kabupaten Tabanan ini mencontohkan penggunaan bunga telang, tanaman sederhana yang manfaat kesehatannya sudah sangat diakrabi oleh budaya masyarakat Bali.
Antusiasme warga pun terbilang luar biasa. Sugiarta mencatat, saat ini sudah ada sekitar 24 ribu member GMA di Bali, melengkapi total 1,2 juta anggota secara nasional. Ia juga kerap mendengar kisah haru dari masyarakat yang merasakan manfaat langsung produk ini, mulai dari pasien cuci darah hingga mereka yang berhasil menghindari meja operasi berkat pendampingan herbal yang tepat.
“Target kami bukan sekadar angka, tapi bagaimana mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berkah,” tegas Sugiarta.
Kisah Inspiratif: Berawal dari Ragu, Berbuah Mobil Ratusan Juta
Puncak kemeriahan peresmian ini ditandai dengan momen penganugerahan (awarding) bagi para afiliator berprestasi. Suasana riuh saat Ni Ketut Sari, seorang perempuan asal Pupuan, Tabanan, melangkah maju untuk menerima reward berupa satu unit mobil senilai Rp200 juta atas kegigihannya membangun jaringan bisnis.
Di hadapan para tamu, Sari blak-blakan membagikan kisahnya yang tak selalu mulus. Ia mengaku sempat didera keraguan saat leader GMA, Santi Legawa, pertama kali menawarinya peluang bisnis ini.
“Jujur, awalnya saya tidak gampang percaya dengan bisnis semacam ini,” kenangnya.

Namun, tekadnya untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga perlahan mematahkan keraguan tersebut. Setelah membedah sistem dan kualitas produknya, Sari mantap terjun sepenuhnya.
Bagi Sari, kesuksesan yang ia genggam hari ini bukan sekadar urusan cuan. Ada nilai empati dan pelayanan di balik kerja kerasnya.
“Di MegaPro Affiliate ini, saya diajarkan untuk melayani orang lain dengan tulus ikhlas, hitung-hitung sekalian menabung karma baik di masyarakat,” tuturnya hangat.
Ia berpesan bahwa modal utama sebuah kesuksesan adalah iman kepada Sang Pencipta, percaya pada kapasitas diri sendiri, dan teguh menjalankan sistem.
“Kuncinya: yakin, berani, pasti berhasil. Dan ingat, semuanya pasti butuh proses,” pungkas Sari diiringi tepuk tangan hadirin. (nov/gb)





