GATRABALI.COM, BADUNG – Yan’s House Hotel Bali resmi membuka destinasi kuliner terbarunya, SALAM Restaurant, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Berlokasi di kawasan strategis Kuta, restoran ini mengusung konsep “Fashion & Spice” yang memadukan estetika visual dengan kekayaan cita rasa rempah Nusantara dalam balutan casual dining.
Grand opening bertajuk “An Evening of Taste & Celebration” ini menghadirkan pengalaman kuliner interaktif melalui konsep experience journey.
Para tamu diajak mengenal filosofi rempah, mencicipi hidangan signature, hingga menikmati suasana santai dalam sesi Sunset Social & Entertainment.
Marcom Manager Yan’s House Hotel Bali, Syafir Karna, menyebut kehadiran SALAM Restaurant bukan sekadar peluncuran restoran baru, melainkan upaya menghadirkan pengalaman bersantap yang hangat dan berkesan.
Ia menegaskan bahwa restoran ini ingin menghadirkan “sapidity ambience”, yakni suasana yang memanjakan indera melalui perpaduan rasa dan estetika.

Owner SALAM Restaurant, Kadek Agus Sudira, menjelaskan bahwa nama “SALAM” memiliki makna universal sebagai simbol sapaan yang hangat sekaligus filosofi dari daun salam sebagai rempah yang selalu hadir dalam masakan.
“Salam itu sederhana, tidak harus menjadi yang terbaik, tapi selalu ada di setiap kesempatan. Harapannya, restoran ini bisa diterima oleh semua orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep yang diangkat berfokus pada menu Nusantara sebagai bentuk kebanggaan terhadap kuliner lokal di tengah banyaknya restoran internasional di kawasan Kartika Plaza. Target pasar tidak hanya wisatawan mancanegara, tetapi juga masyarakat domestik dan lokal.
“Saya ingin tetap bisa berkarya di rumah sendiri dan berkompetisi secara sehat,” katanya.
Salah satu menu andalan yang ditawarkan adalah nasi campur Salam, yang mengusung kesederhanaan bahan namun kaya rasa.
Selain itu, restoran ini juga menghadirkan minuman berbahan daun salam yang dirancang untuk memberikan efek menyegarkan maupun menenangkan. Dengan harga yang terjangkau, restoran ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk pengunjung yang ingin sekadar bersantai.
Head Chef SALAM Restaurant, Wawan Nopayana, menjelaskan bahwa konsep kuliner yang diusung adalah casual fine dining dengan sekitar 55 pilihan menu. Variasi menu mencakup hidangan Western, Balinese, Indonesian, hingga Chinese.
“Tiga signature kami mulai dari appetizer sampai dessert adalah Tatar on Potato Layer, Nasi Campur Salam, dan Brown Cookie. Kami mencoba menyeimbangkan cita rasa tradisional dan modern,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan daun salam menjadi ciri khas pada beberapa menu, termasuk pada nasi campur yang menggunakan bumbu genap khas Bali.
Dengan konsep yang menggabungkan kekayaan budaya, cita rasa, dan pengalaman bersantap, kehadiran SALAM Restaurant diharapkan dapat memperkaya pilihan kuliner di Kuta sekaligus menjadi ruang baru bagi wisatawan, komunitas, dan masyarakat lokal untuk menikmati hidangan Nusantara dalam suasana yang hangat dan bersahabat.(ri/gb)





