GATRABALI.COM, BADUNG – Peran perempuan lintas agama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis kembali mendapat sorotan dalam Simposium Janitra Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA) Kabupaten Badung Tahun 2025.
Acara yang berlangsung di Ruang Madya Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (30/10/2025), ini mengangkat tema “Etika, Iman, dan Cinta: Fondasi Kepemimpinan Perempuan Lintas Agama.”
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai tokoh lintas iman dan organisasi perempuan ini diwarnai dengan semangat kebersamaan dan refleksi nilai-nilai kepemimpinan. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam penyampaiannya, Ny. Yunita menekankan bahwa kepemimpinan perempuan tidak hanya soal kemampuan mengatur dan mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana menghadirkan cinta, iman, serta etika dalam setiap tindakan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pilar penting untuk menciptakan pemimpin yang berkarakter dan mampu menebarkan kedamaian.
“Perempuan perlu memiliki keberanian untuk berperan di ruang publik, membawa nilai-nilai kebaikan dan kasih dalam setiap langkahnya. Dengan fondasi etika, iman, dan cinta, kita bisa membangun kepemimpinan yang memberi inspirasi dan perubahan positif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui Kepala Kesbangpol I Nyoman Suendi yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada FORPELA atas dedikasinya dalam memperkuat solidaritas dan toleransi di Badung. Ia menilai, peran perempuan dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama menjadi pondasi penting bagi pembangunan sosial di daerah.
“Kami berterima kasih kepada FORPELA dan seluruh anggotanya yang terus aktif menjaga semangat kebersamaan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun daerah yang damai, berbudaya, dan beradab,” katanya.
Kegiatan simposium ini juga dihadiri Ketua FORPELA Provinsi Bali Ni Nyoman Nilawati, Sekretaris FKUB Badung I Wayan Sukarya, Ketua FORPELA Badung Ida Ayu Made Dwi Metriari, serta para tokoh agama dan organisasi wanita. Suasana berlangsung hangat dengan diskusi yang membangkitkan semangat persaudaraan lintas iman dan kesetaraan peran perempuan di masyarakat.(ri/gb)





