GATRABALI.COM, BADUNG – 69 Bar & Resto, Kuta, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung produk lokal dengan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penikmat cerutu melalui Cigar Rolling Event bersama Wismilak Premium Cigars, Sabtu, 27 September 2025.
Acara ini juga menjadi momentum peluncuran New Clásico Series, lini terbaru dari Wismilak Premium Cigars yang menawarkan lima varian cita rasa premium.

Food and Beverage Manager Grand Istana Rama Hotel, Putu Robby Rudita, menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi malam spesial bagi pihaknya.
“Harapan kami, sebagaimana yang sering kami lakukan di 69 Bar & Resto, adalah membawa produk-produk lokal agar sejajar dengan produk internasional. Produk lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di industri hospitality, melainkan harus mampu bersaing,” ujarnya.
Robby menambahkan, kehadiran Wismilak sebagai salah satu merek besar Indonesia di 69 Bar & Resto merupakan kebanggaan tersendiri. Menurutnya, acara ini tidak hanya mengangkat brand lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan.
“Harapannya, brand lokal bisa semakin bersaing dan industri seperti 69 Bar & Resto dapat semakin giat dan kreatif,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa wisatawan mancanegara yang hadir sangat mengapresiasi produk lokal.
“Seperti halnya ketika kita ke luar negeri, tentu ingin tahu produk khas setempat. Begitu juga turis di Bali, mereka ingin tahu apa yang bisa dibanggakan dari sini. Cerutu lokal seperti Bismillah menjadi daya tarik, apalagi tembakau Indonesia sejak dahulu sudah dikenal dunia,” imbuhnya.
Menurut Robby, konsistensi menjadi kunci pengelolaan 69 Bar & Resto, baik dari sisi produk, pelayanan, suasana, maupun hiburan.
“Kami terbuka bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki visi mendukung produk lokal. Harapannya, kerja sama ini bisa memberikan win-win solution, baik untuk mitra maupun bagi outlet kami yang semakin dikenal tamu lokal maupun mancanegara,” tambahnya.
Sementara itu, Verliyan Eka, Cigar Executive Wismilak Premium Cigars, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan 69 Bar & Resto. Ia menegaskan komitmen Wismilak menghadirkan cerutu premium berkualitas tinggi.
“Kami menggunakan long filler dan sepenuhnya handmade, dengan tembakau sebagian besar dari Indonesia. Bahkan tembakau Besuki dan Deli banyak dipakai cerutu internasional seperti Kuba dan Nikaragua,” ujarnya.
Menurut Verliyan, peluncuran New Clásico Series dengan lima varian diharapkan dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Saat ini, produk Wismilak telah menembus pasar Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, serta tengah menjajaki Belanda dan Dubai.
“Karakter cerutu Wismilak dikenal halus namun tetap kaya flavor. Taste note-nya beragam, mulai moka creamy, peppery, hingga sedikit salt. Kami memiliki 10 varian dengan kekuatan medium hingga full, sehingga bisa dinikmati pemula maupun penikmat berpengalaman,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan ekspor cerutu Indonesia yang masih terkendala regulasi cukai.
“Padahal dari sisi produksi dan bahan baku, Indonesia sangat mencukupi. Bahkan semakin lama cerutu disimpan dengan baik, semakin kaya pula rasanya dan bernilai lebih tinggi,” tambahnya.
Melalui event linting cerutu ini, Wismilak ingin memperlihatkan bahwa hand-rolled premium cigar bukan sekadar produk, melainkan karya seni.
“Kami berharap para penikmat maupun yang baru mencoba bisa lebih menghargai proses tersebut, sehingga produk lokal Indonesia semakin diakui dan dibanggakan,” pungkas Verliyan. (yog/gb)





