spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungSampah Masih Menjadi Ancaman Ekosistem Mangrove di Tuban

Sampah Masih Menjadi Ancaman Ekosistem Mangrove di Tuban

GATRABALI.COM, BADUNG – Masalah sampah di kawasan hutan mangrove Desa Adat Tuban, Kuta, Badung, masih menjadi perhatian serius.

Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari, Agus Diana, menjelaskan bahwa terdapat dua sumber utama sampah yang mengancam kawasan tersebut, yakni sampah kiriman dari laut dan sungai.

Sampah dinilai menyebabkan tingkat kematian tinggi pada bibit mangrove yang berusia di bawah dua tahun.

“Sampah dari sungai, terutama Tukad Mati, mendominasi. Bendungan di Tukad Mati tidak memiliki jaring sampah, sehingga sampah seperti plastik, kayu, hingga barang besar seperti kulkas masuk ke hutan mangrove. Bibit yang baru ditanam kerap tersapu dan mati,” ujarnya beberapa hari lalu di Tuban, Badung.

Baca Juga  Green Force Jadi Sorotan di Bulfest 2025, Bupati Sutjidra Sampaikan Apresiasi

Ia menambahkan bahwa sampah laut biasanya datang saat musim angin timur. Hutan mangrove seluas 45 hektar di kawasan ini tidak hanya menjadi kotor, tetapi juga terganggu pertumbuhannya.

“Sampah yang menumpuk di akar mangrove muda mendorongnya hingga tumbang. Sekitar 15-30 ribu bibit mangrove berusia muda sangat rentan terhadap kerusakan akibat sampah,” bebernya.

Baca Juga  Denpasar Bersiap Ubah Sampah Menjadi Listrik, Dukung Energi Hijau dan Kota Berkelanjutan

Ia juga menyampaikan bahwa sampah tidak hanya berupa plastik, tetapi juga limbah rumah tangga seperti ember, kasur, hingga barang-barang besar.

Kelompok Nelayan Wanasari bersama relawan dari luar negeri rutin membersihkan sampah, mengumpulkan hingga beberapa karung per hari.

Agus Diana menegaskan perlunya solusi permanen, seperti pemasangan jaring sampah di bendungan Tukad Mati, untuk mencegah aliran sampah masuk ke hutan mangrove.

Baca Juga  Dua Pohon Ancak Tumbang Timpa Kendaraan di Nusa Dua

“Kalau ada jaring sampah di bendungan, pekerjaan kami akan jauh lebih mudah. Sampah ini tidak hanya merusak mangrove, tetapi juga mencemari lingkungan,” pungkasnya.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments