spot_img
spot_img
BerandaBaliDJPb Bali Turut Identifikasi Masalah Kendala Penyaluran MBG

DJPb Bali Turut Identifikasi Masalah Kendala Penyaluran MBG

GATRABALI.COM, DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Regional Bali akan menemui para pihak yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bali untuk mengidentifikasi terkait masalah dan kendala dalam penyaluran MBG.

“Pekan depan kami akan berencana turun atau audiensi langsung dengan teman-teman dari MBG, apa kira-kira kendalanya sehingga kita bisa mempercepat penyaluran makan bergizi ini,” kata Kepala Kanwil DJPb Bali Muhamad Mufti Arkan di Denpasar, Selasa, 24 Juni 2025.

Ia menyampaikan, berdasarkan data, total penerima MBG di Bali baru mencapai 37.694 siswa atau masih dikisaran 7 persen. Penerima terbanyak ada di Kabupaten Jembarana mencapai 13.109 siswa dan terbanyak kedua di Kabupaten Gianyar, sedangkan kabupaten/kota yang lainnya relatif lebih kecil.

Baca Juga  DWP Badung Gelar Bakti Sosial dalam Rangka HUT ke-25 di Pura Taman Mumbul

Sementara itu, di sisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, dari yang ditargetkan 422, baru ada 21 SPPG yang aktif di Bali.

“MBG dananya bukan dikelola Kanwil DJPb Bali namun langsung pusat Jakarta. DJPb Bali sifatnya mengidentifikasi masalah dan mencarikan solusi dan pendampingan serta menyampaikan ke pusat,” ucapnya disela-sela agenda Konferensi Pers APBN Kita Regional Bali untuk data hingga 31 Mei 2025.

Baca Juga  DJPb: Kredit Program di Bali telah Tersalur Rp7,04 Triliun

Sebelumnya Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan AP, MSi., dalam kegiatan sosialisasi MBG di Kabupaten Badung menyampaikan program MBG yang sudah dilaksanakan sejak 6 Januari 2025 merupakan program strategis dari pemerintah yang perlu terus dikampanyekan dan disosialisasikan pada masyarakat.

“Sasaran utama program ini tak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Bersama Komisi IX DPR yang merupakan mitra kerja, kami ingin terus menyosialisasikan program MBG ini secara masif kepada masyarakat,” ucapnya.

Program MBG, lanjut dia, bertujuan untuk menurunkan angka stunting, mengatasi permasalahan gizi ganda, mengatasi ketimpangan akses pangan bergizi, maupun ketidakstabilan ekonomi dan kemiskinan. Mengutip data dari Kementerian Kesehatan, tercatat 41 persen anak-anak Indonesia itu pergi ke sekolah tidak sarapan sehingga berakibat mereka sulit berkonsentrasi menerima pelajaran.

Baca Juga  DJPb Minta Pemda di Bali Fokus pada Belanja yang Berdampak untuk Masyarakat

Menurut Gunalan, program MBG juga bermanfaat secara ekonomi. “Setiap satu dapur MBG dapat menciptakan 15 pengusaha baru. Teman teman KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) kami harapkan bisa mendorong masyarakat untuk ikut menanam sayur dan memelihara ternak. Program MBG ini membuka pasar baru bagi petani, peternak dan nelayan,” kata Gunalan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments