spot_img
spot_img
BerandaBaliTegaskan Moratorium Lahan, Gubernur Koster : Bali Harus Selamat untuk Generasi Mendatang

Tegaskan Moratorium Lahan, Gubernur Koster : Bali Harus Selamat untuk Generasi Mendatang

GATRABALI.COM, DENPASAR – Bencana banjir bandang yang menewaskan 17 orang di Bali menjadi titik balik kebijakan pembangunan di Pulau Dewata.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan moratorium alih fungsi lahan produktif untuk kepentingan komersial, terutama pembangunan hotel dan restoran.

“Mulai tahun 2025, tidak boleh lagi ada alih fungsi lahan produktif. Instruksi sudah saya sampaikan kepada Bupati dan Wali Kota. Kita harus menjaga ruang hidup Bali agar bencana seperti ini tidak terulang,” tegas Koster seusai rapat gabungan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, dan jajaran Forkopimda di Denpasar, Sabtu, 13 September 2025.

Baca Juga  Perpaduan Tradisi dan Modernitas, Honda Fans Bali Resmi Meluncurkan Identitas Visual Terbaru

Dalam rapat tersebut, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan kondisi memprihatinkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung. Dari total 49.500 hektare, hanya 1.500 hektare atau 3% yang masih memiliki tutupan hutan. Padahal, secara ekologis minimal diperlukan 30% untuk menjaga keseimbangan.

“Dengan kondisi seperti ini, daya serap DAS Ayung sangat rendah. Bali sejak 2015 sudah kehilangan 459 hektare hutan, dan dampaknya langsung dirasakan,” jelas Hanif.

Baca Juga  Nelayan Diduga Hilang di Gili Selang, Jukung Ditemukan Tanpa Tuan

Hanif menegaskan pihaknya mendukung penuh kebijakan moratorium lahan dan akan menurunkan tim pada Senin, 15 September 2025 untuk mengevaluasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tata ruang Bali.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota akan fokus pada program reforestasi dan revegetasi. Selain itu, sampah pasca banjir yang menumpuk hingga 210 ton akan segera diangkut ke TPA Suwung.

Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memerintahkan percepatan pembangunan fasilitas waste-to-energy (WTE) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

Baca Juga  Kelompok Tani Sari Mekar Sukses Ekspor Kopi Organik ke Pasar Internasional

Meski bencana terjadi, Gubernur Koster memastikan Bali tetap aman dan kondusif. Data menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara tetap stabil di kisaran 21.000–22.000 orang per hari.

Pasar Badung dan Pasar Kumbasari yang terdampak banjir segera dibersihkan agar pedagang kembali beraktivitas. APBD provinsi dan kota Denpasar akan menanggung ganti rugi kios, sementara BNPB menangani rumah warga yang rusak.

“Kami ingin pastikan Bali tetap tangguh. Penanganan pasca banjir tuntas minggu ini, masyarakat tenang, dan wisatawan tetap nyaman berkunjung,” tutup Koster.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments