GATRABALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa, 14 April 2026.
Menurut Koster, kolaborasi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali, OJK, dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus memperkuat fondasi sektor keuangan di tengah dinamika global.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Bali menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 7,05 juta orang, sementara total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara menembus angka 16,3 juta.
Capaian tersebut, lanjut Koster, menegaskan posisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia yang tetap diminati, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti kemacetan, persoalan sampah, serta tekanan terhadap infrastruktur.
Selain sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi Bali juga tercatat sebesar 5,82 persen, menempatkannya di jajaran daerah dengan kinerja ekonomi terbaik secara nasional. Peningkatan pendapatan per kapita, penurunan kesenjangan, serta capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 79 turut menjadi indikator positif.
“Kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional sangat besar, mencapai lebih dari separuh total nasional,” jelasnya.
Namun demikian, Koster mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif, khususnya terkait lingkungan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Untuk itu, peran sektor keuangan dinilai krusial dalam mendukung pembangunan yang seimbang.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Hermawan Bekti Sasongko, menilai Bali sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, meskipun menghadapi tantangan akibat tingginya aktivitas pariwisata.
“Bali menghadapi problem of success, yakni tantangan yang muncul akibat keberhasilan pembangunan itu sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan, serta mendorong peran UMKM dan lembaga keuangan seperti BPR sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Parjiman resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Provinsi Bali, menggantikan Kristrianti Puji Rahayu. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu melanjutkan kinerja positif sekaligus memperkuat pengawasan dan stabilitas sektor keuangan di Bali.
Koster pun berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK semakin solid dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(ism/gb)





