spot_img
spot_img
BerandaBaliPercepat Pembangunan, Buleleng Padatkan 17 Paket Infrastruktur Menjadi 9 Tender Strategis

Percepat Pembangunan, Buleleng Padatkan 17 Paket Infrastruktur Menjadi 9 Tender Strategis

GATRABALI.COM, BULELENG – Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Buleleng mempercepat proses persiapan tender proyek infrastruktur tahun anggaran 2026 melalui pelaksanaan kaji ulang dokumen pengadaan paket pekerjaan jalan dan jembatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan sekaligus mendukung percepatan realisasi program pembangunan daerah.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Kaji Ulang Paket Pengerjaan Jalan dan Jembatan yang digelar di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Rabu, 3 Juni 2026, dengan melibatkan perwakilan Dinas PUPR dan Perkim Buleleng, konsultan perencana, serta seluruh anggota kelompok kerja.

Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, mengatakan kaji ulang merupakan tahapan penting sebelum proses tender dilaksanakan. Melalui tahapan ini, dokumen yang telah disusun oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama konsultan perencana akan diperiksa kembali agar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan regulasi pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga  OJK-UNODC Perkuat Kerjasama Pemberantasan Online Scams di Asia Tenggara

Menurutnya, kualitas dokumen pengadaan akan sangat menentukan kelancaran proses tender hingga pelaksanaan proyek nantinya.

“Kaji ulang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pengadaan dengan kebutuhan di lapangan, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan dokumen pemilihan,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan tender, PBJ Setda Buleleng juga melakukan konsolidasi sejumlah paket pekerjaan setelah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Konsolidasi dilakukan terhadap proyek-proyek yang memiliki lokasi berdekatan dan spesifikasi pekerjaan yang serupa.

Hasilnya, sebanyak 15 paket pekerjaan ruas jalan dan dua paket pembangunan jembatan yang sebelumnya dirancang terpisah kini digabung menjadi sembilan paket tender. Langkah ini dinilai mampu mempercepat proses pengadaan sekaligus meminimalkan potensi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga  'Yeh Buleleng', Kisah Sukses Air Minum Lokal yang Eksis Selama 20 Tahun

Untuk mendukung percepatan tersebut, PBJ Buleleng mengerahkan lima kelompok kerja yang secara paralel melakukan kaji ulang terhadap seluruh paket pekerjaan yang akan ditenderkan.

Suwitra menargetkan seluruh proses tender dapat berjalan selama bulan Juni 2026 sehingga penandatanganan kontrak dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Juli 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai saat kondisi cuaca mendukung.

“Percepatan ini dinilai sangat mendesak mengingat proyek infrastruktur jalan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Momentum musim kemarau di pertengahan tahun ini akan dimanfaatkan optimal agar proyek dapat selesai tepat waktu,” tegasnya.

Selain mengevaluasi aspek teknis, PBJ juga mencermati perkembangan harga material konstruksi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak serta fluktuasi nilai tukar dolar. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan nilai proyek agar pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai perencanaan.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan

Di sisi lain, penerapan kebijakan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) juga menjadi perhatian dalam proses pengadaan. Kebijakan tersebut berpengaruh terhadap perhitungan preferensi harga dalam proses evaluasi penawaran peserta tender.

“Sesuai dengan Peraturan atau Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penerapan aturan wajib menggunakan produk dalam negeri atau PDN akan berdampak pada perhitungan preferensi harga bagi para penawar. PPK diminta teliti agar penentuan pemenang tender tetap sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” kata Suwitra.

Dengan progres yang terus berjalan, PBJ Setda Buleleng optimistis seluruh paket pekerjaan jalan dan jembatan dapat segera direalisasikan pada semester kedua tahun 2026.

Percepatan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas infrastruktur publik sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Buleleng.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments