spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungAkademisi Unud Ungkap Dampak Serius Konflik Timur Tengah bagi Pariwisata Bali

Akademisi Unud Ungkap Dampak Serius Konflik Timur Tengah bagi Pariwisata Bali

GATRABALI.COM, BADUNG – Konflik Timur Tengah jika berlangsung lama dinilai akan berdampak turunnya aktivitas pariwisata internasional, yang berimbas turunnya kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Indonesia termasuk ke Bali.

“Kalau konflik ini berlangsung lama tentunya Bali yang mengandalkan pariwisata internasional akan berdampak buruk pada bisnis pariwisata Bali,” ujar Guru Besar Pariwisata Universitas Udayana (UNUD), Prof. Dr. I Putu Anom, M.Par, Selasa (24/3/2026) di Badung.

Dirinya mengatakan, Bali akan mengalami dampak terpuruk khususnya pada aktivitas pariwisata.

Baca Juga  Optimalkan PWA, Gubernur Koster Targetkan Rp 380 Miliar untuk Budaya dan Pengelolaan Sampah

Selanjutnya sektor ekonomi global akan terganggu juga, karena terjadi krisis energi yang akhirnya berdampak pada kenaikan berbagai jenis barang maupun jasa.

“Ada kemungkinan akan terjadi resesi dan krisis ekonomi dunia yang berkepanjangan,” terangnya.

Dirinya berharap, Pemerintah daerah, khususnya pelaku pariwisata diusahakan mencari pangsa pasar dengan jalur penerbangan yang agak aman, memungkinkan wisman dapat berkunjung ke Bali seperti wisman dari negara-negara Asean, Jepang, China, Korsel, Australia dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga  Operasi Senyap Imigrasi Bali, Berhasil Jaring 62 WNA Pelanggar Keimigrasian

Demikian pula tetap mendorong peningkatan wisatawan domestik walau kondisi ekonomi dalam negeri sedang tidak baik-baik saja, meskipun pergerakan wisatawan domestik tidak ada kaitan dengan pemasukan devisa dari luar negeri, setidaknya masih mampu menggeliatkan sektor pariwisata.

Selanjutnya, terpuruknya sektor pariwisata diperkirakan, akan berdampak pada penerimaan pajak pariwisata khususnya PHR (Pajak Hotel dan Restauran), maka pemerintah Kabupaten dan kota yang PAD (Pendapatan Asli Daerah) tergantung penerimaan PHR, agar mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak dan harus meninjau ulang APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Baca Juga  Pj Bupati Buleleng akan Berikan Intensif Rp.400 Juta kepada Desa yang Berkinerja dengan Baik

“Kita pun sebagai masyarakat harus mempertimbangkan tingkat pengeluaran rumah tangga dalam menjaga kemungkinan terburuk terjadinya kenaikan harga-harga produk,” sebutnya.

Putu Anom menambahkan, Pemerintah, Pelaku pariwisata, Masyarakat harus melakukan efisiensi di semua kegiatan agar tidak terpuruk dalam menjalani aktivitas rutin kedepannya.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments