GATRABALI.COM, DENPASAR – Komitmen untuk memperkuat sinergi antarwilayah terwujud dalam penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Senin (4/8/2025).
Bertempat di Ruang Kertha Sabha, Jayasabha Denpasar, kedua gubernur menyepakati pengembangan di tiga bidang penting: tata kelola MCP, transformasi digital pemerintahan, serta penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal kedua pemimpin daerah yang dilakukan medio Juli lalu. Tak butuh waktu lama, pembahasan langsung dikonkretkan dalam dokumen formal yang ditandatangani bersama oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta diperkuat dengan penandatanganan tiga perjanjian kerja sama teknis oleh masing-masing OPD terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan antar daerah dalam kerangka pembangunan nasional.
“Kita ingin saling mengisi dan belajar. Kerja sama ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi penggerak nyata untuk pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sherly secara terbuka menyampaikan keinginannya agar Maluku Utara bisa meniru pencapaian Bali, khususnya dalam tata kelola MCP yang dinilainya sebagai indikator penting dalam penilaian KPK terhadap integritas tata kelola pemerintahan.
Ia memaparkan bahwa Bali telah mencapai nilai 99 pada tahun 2024, sedangkan Maluku Utara saat itu masih berada di angka 71, meski telah meningkat jauh dari nilai 30 di tahun sebelumnya.
“Kami serius ingin memperbaiki kualitas tata kelola pemerintahan. Target kami tahun ini bisa tembus nilai MCP 82 dan mudah-mudahan masuk lima besar nasional,” ujar Sherly penuh harap.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya digitalisasi layanan pemerintahan dan ingin menyerap praktik terbaik dari Bali, yang telah meraih penghargaan sebagai pemimpin regional digitalisasi wilayah Jawa-Bali.
Tak hanya itu, Maluku Utara juga berambisi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sherly menilai Bali sebagai panutan dalam hal membangun destinasi yang inklusif, berbasis budaya, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Bali adalah guru terbaik dalam hal pariwisata dan ekraf. Kami ingin belajar dan menyesuaikannya dengan kekayaan alam dan budaya Maluku Utara,” tambahnya.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra serta jajaran pimpinan OPD dari kedua daerah. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan untuk segera menyusun rencana aksi bersama dan evaluasi berkala guna memastikan kerja sama ini berjalan optimal.(ub)





