spot_img
spot_img
BerandaBaliInovasi Digital, Aplikasi Genta Membuka Jendela Keberagaman Tradisi Buleleng

Inovasi Digital, Aplikasi Genta Membuka Jendela Keberagaman Tradisi Buleleng

GATRABALI.COM, BULELENG – Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng mengumumkan program strategis bernama Gerakan Pelestarian Tradisi (Genta) untuk mengatasi kekurangan data lengkap mengenai tradisi-tradisi di Buleleng. Aplikasi Genta ini akan menjadi sumber informasi utama yang akan memberikan detail tentang tradisi-tradisi di setiap desa, sambil menjalankan misi pelestarian dan perlindungan warisan budaya bersama Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengonfirmasi program ini pada Kamis 7 September 2023 di kantornya. Ia menjelaskan bahwa mereka saat ini sedang melakukan pendataan awal mengenai berbagai tradisi yang ada di desa-desa Kabupaten Buleleng. Sebelumnya, data terperinci tentang tradisi-tradisi ini belum tersedia, kecuali untuk yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Baca Juga  Pemkot Denpasar Tingkatkan Kualitas JDIH, Siapkan Strategi Pertahankan JDIHN Award
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

Wisandika mengungkapkan bahwa ada sekitar 110 tradisi dan upacara unik yang tersebar di berbagai desa di Buleleng. Untuk mengumpulkan data ini, Disbud bekerja sama dengan pemerintah desa dan desa adat.

“Dokumentasi dan deskripsi tradisi ini sangat penting, terutama berasal dari sumber-sumber lokal,” tambahnya.

Selain menjadi langkah pelestarian budaya, aplikasi Genta juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pariwisata. Wisandika menambahkan bahwa dengan adanya data ini, para wisatawan yang berkunjung ke Buleleng akan memiliki referensi tambahan untuk menikmati hiburan selain kecantikan alam yang dimiliki oleh Buleleng.

Baca Juga  Bali Nice melalui Upacara Segara Kerthi, Sentuhan Kearifan Lokal pada WWF ke-10

“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang mungkin sudah terlupakan. Meskipun beberapa upacara masih tetap berlangsung karena kaitannya dengan adat, setidaknya kami akan memiliki data yang lengkap,” kata Wisandika, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BKPSDM Buleleng.

Pada awal tahun 2024, diharapkan masyarakat sudah dapat mengakses aplikasi Genta. Dinas Kebudayaan Buleleng juga tidak menutup kemungkinan untuk mendata permainan tradisional Buleleng di masa yang akan datang. (adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments