spot_img
spot_img
BerandaBaliDenpasarKoster Bangga Anak Muda dan Usia Dini Dominasi PKB 2026, Regenerasi Seniman...

Koster Bangga Anak Muda dan Usia Dini Dominasi PKB 2026, Regenerasi Seniman Bali Dinilai Berhasil

GATRABALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menilai tingginya keterlibatan generasi muda dan anak-anak dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menjadi bukti bahwa proses regenerasi pelaku seni dan budaya di Pulau Dewata berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka PKB XLVIII bertema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Koster, penampilan para seniman muda dan peserta usia dini dalam berbagai pertunjukan seni menunjukkan bahwa warisan budaya Bali tetap mendapat tempat di hati generasi penerus. Bahkan, mereka tidak hanya mampu melestarikan tradisi, tetapi juga menghadirkan karya-karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Pesta Kesenian Bali tidak saja secara aktif diikuti oleh anak-anak muda, tetapi juga anak-anak usia dini yang berpartisipasi dengan berbagai karya menarik dan unik, serta mampu tampil dengan memukau. Kehadiran anak-anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa, regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan, mampu bertahan, bahkan berkembang semakin maju dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global,” ujar Koster.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri 2024, Pemkab Jembrana Gelar Pasar Murah

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi Bali karena menunjukkan seni budaya daerah tetap tumbuh kuat di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa kebudayaan Bali tidak hanya memiliki nilai spiritual dan sosial, tetapi juga berperan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, budaya menjadi sumber lahirnya kreativitas, penguatan identitas daerah, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Bagi masyarakat Bali, kebudayaan berperan dalam berbagai aspek kehidupan; sebagai sumber nilai-nilai kehidupan, sebagai sumber karya seni yang kreatif dan inovatif, sebagai sumber pengembangan industri berbasis budaya branding Bali, sebagai sumber pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagai basis kekuatan pengembangan pariwisata Bali, sehingga mampu memberi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara Sakala – Niskala,” katanya.

Baca Juga  Bank Indonesia Tanamkan Cinta Rupiah Sejak Dini Lewat Program CBP di SDN 18 Pemecutan

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat kekayaan adat, tradisi, seni, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi warisan leluhur Bali.

“Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” pesan Koster yang disambut tepuk tangan ribuan pengunjung yang memadati arena pembukaan PKB.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali juga menyampaikan penghormatan kepada mantan Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, yang menggagas lahirnya Pesta Kesenian Bali sebagai wadah pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.

Koster mengingatkan bahwa PKB pertama kali digelar pada 20 Juni 1979 dan hingga kini terus berlangsung secara konsisten selama 48 tahun berkat dukungan pemerintah daerah, seniman, budayawan, dan seluruh komponen masyarakat Bali.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Harap Penanaman Pohon Produktif Perkuat Keanekaragaman Hayati Denpasar

“Kita bersyukur Gubernur, Wali Kota/Bupati se-Bali bersama para Seniman dan Budayawan serta seluruh komponen masyarakat Bali terus dengan semangat kuat, konsisten mendukung serta menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali yang tahun 2026 ini sudah berjalan selama 48 tahun,” ucapnya.

Menurut Koster, kualitas penyelenggaraan PKB juga terus meningkat seiring implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya seniman dan lembaga seni yang berpartisipasi, ragam karya yang ditampilkan, serta tingginya antusiasme masyarakat yang hadir setiap tahun.

PKB XLVIII Tahun 2026 dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, para kepala daerah se-Bali, serta para seniman dan budayawan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments