spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Bangli Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Sinergikan Teknologi dan Kearifan Lokal

Pemkab Bangli Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Sinergikan Teknologi dan Kearifan Lokal

GATRABALI.COM, BANGLIPemerintah Kabupaten Bangli terus mengintensifkan upaya penanganan sampah melalui penguatan pengelolaan berbasis sumber yang terintegrasi dengan teknologi informasi dan nilai kearifan lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah yang digelar di Gedung Bukti Mukti Bakti, Kantor Bupati Bangli, Kamis, 19 Februari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi muda yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan.

Baca Juga  IPSI Bali Siap Berpartisipasi dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat Remaja 2024

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng., menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada efektivitas komunikasi publik dan perubahan perilaku masyarakat.

“Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non-organik, dan residu). Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan, bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam,” ujarnya.

Baca Juga  Sentra Promosi UMKM Banjar Resmi Dibuka, Wabup Supriatna Dorong Perluasan Pasar Produk Mikro

Ia menambahkan, pemanfaatan kanal digital dan media sosial menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaporan dan pengawasan berbasis teknologi.

Secara strategis, Pemkab Bangli mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di desa-desa, mencegah pencemaran sampah ke badan air yang menjadi hulu sumber air Bali, serta memperkuat peran Desa Adat melalui Awig-awig untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah.

Apresiasi juga diberikan kepada SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli yang telah menjalankan program “Sekolah Hijau” dan aktif dalam gerakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah.

Baca Juga  65 Persen Sampah Bisa Terkelola dari Rumah, Wardhany Sutjidra Dorong Peran Perempuan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ni Putu Ayu Puryani, S.STP., M.A.P., sebagai narasumber, serta para siswa dan undangan lainnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan desa adat, Pemkab Bangli berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dapat menjadi budaya baru demi mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments