GATRABALI.COM, BADUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerja sama dengan Asta Jaya Centra Cinema, Padi Padi Creative, dan Garin Workshop kembali merilis film komedi-drama berjudul Tepatilah Janji.
Setelah sukses ditayangkan di Medan, Samarinda, dan Malang, film ini kini ditayangkan di Beachwalk XXI, Kuta, Bali, pada Sabtu malam, 7 September 2024.

Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, seperti Ibnu Jamil, Cut Mini, Shenina Cinnamon, Bima Zeno, Kevin Abani, dan Faradina Mufti.
Tepatilah Janji mengangkat tema Pilkada dengan cerita yang menggabungkan elemen drama keluarga, politik, dan komedi, menjadikannya sebagai sarana edukasi yang ringan namun bermakna.
Menurut Garin Nugroho, tantangan utama dalam pembuatan film ini adalah menyampaikan pendidikan politik secara kritis tanpa terlihat seperti propaganda.
“Edukasi dalam film harus kritis dan tidak boleh menjadi propaganda,” ujarnya.
Garin juga menekankan pentingnya masyarakat memahami isu-isu seperti politik dinasti, politik uang, dan korupsi, terutama menjelang Pilkada 2024.
Film Tepatilah Janji bercerita tentang keluarga Bu Pertiwi (diperankan oleh Cut Mini) yang terlibat dalam dunia politik saat anak tertuanya, Adam (Bima Zeno), terpilih sebagai lurah. Konflik politik yang terjadi membawa dampak pada keluarga tersebut, termasuk istri Adam, Tari (Faradina Mufti), dan adik-adiknya, Isham (Kevin Abani) dan Sekar (Shenina Cinnamon).

Mochammad Afifuddin, Ketua KPU periode 2022–2027, mengapresiasi film ini sebagai bagian dari upaya KPU untuk mensosialisasikan Pemilu dan Pilkada dengan cara yang lebih menghibur.
“KPU ingin Pemilu dan Pilkada diselenggarakan dengan cara yang gembira, sehingga semua pihak akan senang untuk berpartisipasi,” ungkapnya.
Ibnu Jamil, yang berperan sebagai Pak Janji dalam film tersebut, menyatakan bahwa film Tepatilah Janji berupaya menjadi referensi bagi pemilih pemula dalam Pilkada Serentak 2024.
“Film ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih pemimpin yang tepat,” ujar Ibnu.
Ia menekankan bahwa kesalahan dalam memilih pemimpin bisa berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Ibnu juga menambahkan bahwa di tengah kebisingan berita politik yang ada saat ini, tetap penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih melek politik.
“Keputusan politik memengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan hingga infrastruktur,” tambahnya.
Faradina Mufti, yang memerankan Tari dalam film tersebut, juga menyampaikan harapannya agar film ini dapat meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemilih pemula.
“Jika bukan generasi muda yang peduli, siapa lagi yang akan melanjutkan tanggung jawab ini,” kata Faradina.
Ia berharap bahwa melalui pendekatan yang lebih halus dan emosional dalam film, generasi muda akan lebih terlibat dalam dunia politik dan peduli dengan kondisi di sekitarnya. (gus/gb)