spot_img
spot_img
BerandaBaliBahas Capaian Ekonomi 2025, Gubernur Koster Minta Program Daerah Mengacu Data Statistik

Bahas Capaian Ekonomi 2025, Gubernur Koster Minta Program Daerah Mengacu Data Statistik

GATRABALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (6/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas capaian indikator sosial ekonomi Bali sepanjang 2025 sekaligus koordinasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa data statistik resmi harus menjadi pijakan utama seluruh perangkat daerah dalam menyusun program pembangunan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Data dari BPS ini sangat penting. Ini menjadi rujukan utama kita dalam merancang program pembangunan Bali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Resmi Lantik Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Penguatan Layanan Publik

Berdasarkan paparan BPS Bali, perekonomian Bali pada 2025 tumbuh sebesar 5,82 persen (c-to-c), menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen. Aktivitas ekonomi masih ditopang sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.

Kinerja pariwisata juga menunjukkan tren positif dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,94 juta, sementara perjalanan wisatawan nusantara melampaui 26,6 juta perjalanan sepanjang tahun 2025.

Dari sisi kesejahteraan sosial, tingkat kemiskinan Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen atau sekitar 160,09 ribu penduduk, menjadi yang terendah secara nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada November 2025 juga tercatat 1,45 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 80,53 dan menempatkan Bali pada posisi kelima nasional.

Baca Juga  Perhiasan Emas Berdesain Kontemporer Diminati Pasar Lokal

Menindaklanjuti capaian tersebut, Gubernur Koster menginstruksikan perangkat daerah melakukan pemetaan rinci terhadap rumah tangga miskin dan pengangguran agar program penanggulangan dapat dilakukan secara terintegrasi. Ia juga meminta penyelenggaraan bursa kerja berskala besar untuk mempertemukan lulusan pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja dunia usaha.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang memberikan dukungan biaya pendidikan dan bantuan hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas proyeksi demografi Bali hingga 2050 yang menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan penduduk pada periode mendatang. Untuk menjaga keseimbangan demografi sekaligus pelestarian identitas budaya Bali, pemerintah daerah menyiapkan Program Insentif Nyoman dan Ketut yang mencakup dukungan kesehatan, bantuan pangan, pendidikan gratis, hingga jaminan kuliah bagi keluarga kurang mampu.

Baca Juga  MM Fun Run 5K dan 10K Siap Digelar, Pemkot Denpasar Dukung Penuh Event Olahraga Sehat

BPS Bali juga mengharapkan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang akan menjadi basis penguatan data pembangunan daerah, termasuk dalam pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Gubernur Koster menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut agar menghasilkan data yang akurat dan komprehensif bagi arah pembangunan Bali ke depan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments