GATRABALI.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperingati Hari Pajak 2026 dengan menggelar rangkaian kegiatan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh” sebagai pengingat bahwa pajak memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Hari Pajak diperingati setiap 14 Juli sebagai refleksi atas sejarah dimuatnya kata “pajak” dalam rancangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penetapan tanggal tersebut sebagai Hari Pajak dilakukan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 dan sejak itu diperingati setiap tahun.
Di tengah peringatan tersebut, DJP juga memaparkan capaian penerimaan pajak sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, realisasi penerimaan telah mencapai Rp1.035,7 triliun, atau setara 43,9 persen dari target APBN sebesar Rp2.357,7 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian itu tumbuh 24,6 persen.
“Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental ekonomi yang semakin kuat. Momentum ini harus terus dijaga agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Kita harus terus berupaya menciptakan kinerja penerimaan yang berkelanjutan demi kesehatan fiskal negara,” ujar Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto.
DJP menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat kemampuan fiskal negara. Sebab, penerimaan pajak masih menjadi sumber utama pembiayaan berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga layanan publik yang dinikmati masyarakat.
Peringatan Hari Pajak 2026 diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai DJP, wajib pajak, mitra strategis, serta masyarakat. Agenda yang digelar mencakup kegiatan sosial, edukasi perpajakan, olahraga, pertunjukan seni, hingga forum dialog sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pajak.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DJP ingin memperkuat kesadaran bahwa pembayaran pajak merupakan bentuk gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mendukung pembangunan. Dana yang terkumpul dari pajak akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.
Hari Pajak tahun ini juga menjadi momentum bagi DJP untuk terus mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak, memperkuat kepercayaan publik terhadap administrasi perpajakan, serta meningkatkan kualitas layanan melalui transformasi digital, penguatan integritas, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan semangat “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh”, DJP mengajak seluruh wajib pajak untuk terus menjalankan kewajiban perpajakan sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam mewujudkan Indonesia yang semakin kuat, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.(ism/gb)





