GATRABALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus memperkuat ekosistem inovasi dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan Webinar Pengembangan Inovasi Daerah di Ruang Rapat Bupati Bangli, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan budaya kreatif di seluruh lini pemerintahan hingga tingkat desa.
BIMTEK tersebut diikuti perangkat daerah, BUMD, puskesmas, sekolah, serta pemerintah desa dengan tujuan mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam tata kelola pelayanan publik.
Pada kesempatan yang sama, BRIDA juga mensosialisasikan sejumlah program unggulan, antara lain Bangli Innovations Awards (BISA), Bangli Riset Awards (BRIAS), dan BRIDA Bincang Inovasi.
Kepala BRIDA Bangli I Nengah Wikrama menjelaskan bahwa capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Bangli menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dari skor 36,51 pada 2022 dengan peringkat 260 nasional, Bangli terus meningkat hingga mencapai skor 71,92 pada 2025 dan menempati peringkat 45 nasional sekaligus peringkat pertama di Provinsi Bali untuk kluster kabupaten.
Namun demikian, tingkat partisipasi pelaporan inovasi masih perlu ditingkatkan. Dari 317 unit kerja, baru sekitar 21,45 persen yang aktif melaporkan inovasi, sementara partisipasi desa/kelurahan serta sekolah dasar masih relatif rendah.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci percepatan pembangunan daerah dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bangli Era Baru yang selaras dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
“Kita telah membuktikan lompatan besar dari peringkat bawah hingga kini menjadi yang terbaik di Bali. Di tahun 2026 ini, target kita cuma satu: Menjadi Kabupaten Terinovatif di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran, mulai dari camat, kepala desa, hingga kepala sekolah, untuk mengubah berbagai persoalan di lapangan menjadi peluang inovasi serta mendorong penggunaan kebijakan berbasis riset agar solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran bagi masyarakat.(ri/gb)





